Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, saat krisis utang Eropa menghantam tahun lalu, perekonomian Indonesia masih tumbuh kencang. Meskipun Eropa, India, dan China mengalami tekanan ekonomi.
"Di 2008/2009 terjadi krisis tapi Indonesia masih bisa menangani dengan perekonomian yang tumbuh positif. Lalu tiga tahun kemudian di 2011 krisis datang lagi lebih cepat, tapi di 2011 ekonomi Indonesia tumbuh 6,5%. Padahal Eropa, India, dan China tertekan ekonominya," ujar Agus dalam acara program pasca sarjana Institut Pertanian Bogor di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (26/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, ke depan pemerintah harus memikirkan soal pengembangan pangan dan pertanian sehingga bisa lebih tahan dari guncangan ekonomi di luar. "Surplus beras 10 juta ton di 2014 tidak cukup menjadikan Indonesia sebagai negeri swasembada pangan," kata Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyinggung soal pentingnya menggalakkan wiraswasta di dalam negeri. Karena pengembangan wiraswasta bisa menekan pengangguran di dalam negeri dan lebih mendorong ekonomi lebih maju.
"Sulit untuk jadi seorang wiraswasta karena setiap orang punya jiwa dan karakter yang berbeda. Wiraswasta adalah tipe orang-orang yang punya jiwa opportunity dan bisa berperang, berinovasi, itu adalah ciri jiwa entrepreneur. Harus bisa mengelola resources untuk mengubah nilai, mengubah sampah jadi emas," papar mantan Dirut Bank Mandiri ini.
Dia juga setuju di dunia perkampusan dimasukkan kurikulum soal wirausaha sehingga kemiskinan dan pengangguran bisa terus ditekan di negeri ini.
(dnl/dnl)











































