Jika Birokrasi Lambat, Penyatuan Zona Waktu Bakal Percuma

Jika Birokrasi Lambat, Penyatuan Zona Waktu Bakal Percuma

Ramdhania El Hida - detikFinance
Minggu, 27 Mei 2012 12:24 WIB
Jika Birokrasi Lambat, Penyatuan Zona Waktu Bakal Percuma
Jakarta - Pengamat ekonomi Drajad Wibowo sangat setuju dengan diberlakukannya penyatuan zona waktu di Indonesia. Pasalnya, akan banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan bersatunya 3 waktu di Indonesia tersebut.

"Soal penyatuan waktu, saya sejak 2005 bersama teman-teman dari ITB dan ITS sudah melakukan berbagai seminar menyuarakan hal ini. Jadi komen pertama adalah "Lanjutkan, lebih cepat lebih baik, karena penyatuan waktu ini pro rakyat"," tegasnya kepada detikFinance, Minggu (27/5/2012).

Menurt Drajad manfaat yang terpenting adalah menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong produktivitas nasional. Hal ini karena pelaku usaha dari ujung Timur Indonesia mempunyai 'tambahan jam kerja' untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan mitranya dari ujung Barat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu tidak terbuang karena perbedaan jam kantor di wilayah timur dan barat Indonesia," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Drajad, potensi peningkatan produktivitas ini bisa hilang karena beberapa sebab. Pertama, aparat kepolisian dan pemda gagal memberikan jaminan keamanan.

"Sebagian masyarakat kita di wilayah barat akan berangkat kerja dan sekolah ketika matahari belum terbit. Sementara sebagian lagi di wilayah timur akan pulang ketika matahari terbenam. Di beberapa daerah, mungkin saja ada kerawanan keamanan. Hal ini harus diatasi," ujarnya.

Kedua, tambah Drajad, jika etos kerja birokrasi (PNS) dalam pelayanan publik tetap buruk seperti saat ini, maka bisa saja sektor swasta yang ingin cepat meningkatkan produktivitasnya akan terhambat.

"Jika birokrasi pemerintah tetap malas-malasan dan perlu sogokan ini itu, potensi peningkatan produktivitas itu bakal lenyap," jelasnya.

Ketiga, Drajad menyebutkan tetap adanya masalah klasik seperti kekurangan infrastruktur, kepastian hukum dan lain-lain. Hal ini juga dapat mengganggu peningkatan produktivitas dari penyatuan zona waktu ini.

"Ini harus diperbaiki. Contohnya, percuma ada "penambahan jam kerja" antara wilayah timur dan barat klo ternyata listriknya byar pet atau air macet. Pabrik ya tidak jalan," pungkasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads