Wakil Presiden Boediono berharap dampak krisis ekonomi global tidak ada pengaruhnya ke RI. Namun krisis yang melanda negara di Eropa ini perlu diwaspadai dan dilakukan antisipasi.
"Krisis moga-moga tidak datang, tetapi kita mesti siap. Itulah esensi dari pemikiran pemerintah yang sedang dilaksanakan, itu upaya tertinggi kita untuk membentengi ekonomi kita terhadap kemungkinan-kemungkinan," kata Boediono membuka acara Globe Asia Business Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (28/5/2012).
Menurut Wapres, dalam menghadapi ketidakpastian ini adalah koordinasi antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perlu ditingkatkan. Karena hal tersebut merupakan sebuah esensi dari setiap mekanisme untuk menangkal krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Boediono berpendapat krisis 2008 lalu menjadi pengalaman berharga bagi RI. Menurut mantan Gubernur BI ini, krisis 2008 merupakan landasan kuat mengantisipasi krisis.
"Masih ada hal-hal yang perlu diperkuat mekanisme koordinasinya. Kita tak bisa under estimate kemungkinan-kemungkinan ini. Negara-negara seperti India, Brazil, Turki bahkan RRC sudah mengalami dampak krisis keuangan. Kita sendiri harus siap," paparnya.
Boediono berharap, nantinya akan ada jalan keluar terkait dengan krisis di Eropa. Sehingga, waspada dan antisipasi merupakan strategi terbaik yang perlu dilakukan pemerintah saat ini. (dru/dnl)











































