Pencopotan dirinya dengan alasan kerugian yang terus-menerus terjadi nampaknya menjadi pukulan telak bagi pria yang akrab disapa Jhony ini.
Dalam perbincangannya kepada detikFinance, Selasa (29/5/2012), Jhony bercerita tentang usahanya mempertahankan Merpati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bercerita, Merpati ini diibaratkan sebuah perusahaan yang sangat buruk. Ketika pertama kali Merpati ia pegang, Jhony mengaku sudah mengetahui kinerja buruk tersebut.
"Tapi bagaimana dari buruk sekali itu diubah menjadi buruk saja. Itu sudah dilakukan dan sudah merupakan progress positif. Kalau prosesnya diteruskan, nanti dari buruk jadi lumayan lalu dari lumayan jadi baik, kan gitu," tegas Jhony.
Ia menganggap Rudy Setyopurnomo yang merupakan Dirut baru penggantinya terlalu buru-buru. Jhony menuding Rudy terlalu ingin menunjukkan kehebatannya.
"Dirut yang sekarang terlalu bernafsu untuk membuktikan kehebatan diri. Saya rasa tak perlu, Merpati itu butuh bantuan dan perhatian banyak pihak untuk dibenahi," papar Jhony.
"Nah, komitmen para stakeholder ini yang harus ada. Kalau nggak ada ya sulitlah, Dirut kan bukan dewa," tegas Jhony kembali.
Jhony berharap Merpati bisa terus mengepakkan sayapnya di dunia kedirgantaraan Indonesia. Bahkan bisa menghasilkan laba untuk negara nantinya. "Insya Allah semua baik-baik saja," tutupnya.
(dru/ang)











































