Pada audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang dilakukan BPK, tercatat realisasi pendapatan negara Rp 1.211 triliun dan realisasi belanja negara sebesar Rp 1.295 triliun.
"Pendapatan negara tahun 2011 tersebut mencapai 103,5 persen dibandingkan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp 995 triliun," ungkap Ketua BPK, Hadi Poernomo dalam sambutannya pada rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Realisasi penerimaan perpajakan tahun 2011 adalah sebesar Rp 874 triliun atau mencapai 99,43 persen dari anggaran sebesar Rp 879 triliun (target)," tambahnya.
Belanja negara di 2011 meliputi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah yang berjumlah Rp 1.295 triliun atau sebesar 98,03% dari anggaran yang sebesar Rp 1.321 triliun.
Pada neraca pemerintah pusat, total aset per 31 Desember 2011 mencapai Rp 3.023 triliun atau naik Rp 600 triliun dibandingkan total aset di 2010 yang mencapai Rp 2.424 triliun.
"Pada sisi pasiva, pemerintah pusat menyajikan kewajiban (total utang) Rp 1.947 triliun yang terutama bersumber dari utang jangka panjang dalam dan luar negeri Rp 1.701 triliun," sambungnya.
(hen/dnl)











































