Menurut Anggota Komisi VI DPR-RI Ferrari Roemawi, pergantian tersebut dikarenakan Menteri BUMN mendapat bisikan yang kurang baik.
"Memang pergantian Dirut itu hak prerogatif Menteri BUMN, Dahlan Iskan, tetapi pasti ada pertimbangannya, nah kali ini pergantian Dirut Merpati, Pak Dahlan mendapatkan bisikan yang kurang baik," kata Ferrari kepada detikFinance digedung DPR, Selasa (29/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jabatan Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Dirut Merpati sebelum digantikan cukup baik, kerugian Merpati berkurang, dan kami anggap sudah on the track, dan apalagi masa jabatan pak Jhony masih cukup lama, saya menduga ada pihak-pihak yang sengaja agar pergantian dirut bisa segera dilakukan," ujar Ferrari.
Ferrari menduga ada konspirasi yang membisikan Dahlan Iskan. Ia beralasan Dirut Merpati yang baru yaitu Rudy Setyopurnomo, baru menjabat sebagai komisaris Merpati belum terlalu lama.
"Dia baru jabat Komisaris Utama beberapa bulan, langsung ditunjuk jadi Dirut Merpati, saya menduga ada sesuatu dibalik itu," ucapnya.
Ferrari berpendapat terkait bisikan tersebut, bukan berarti Dahlan Iskan telah 'dikendalikan'. "Tidak dikendalikan dan saya yakin Pak Dahlan tidak mau itu, tapi bisikan-bisikan tersebut yang membuat Pak Dahlan ambil keputusan mengganti Dirut Merpati," ucapnya lagi.
Bahkan berdasarkan Sumber detikFinance di DPR, diakui dan terlihat jelas memang ada suatu motif terkait pergantian Dirut Merpati, termasuk dirut-dirut BUMN yang lain.
"Ada orang terdekat Dahlan yang membisikan pergantian para Dirut-dirut ini yang bermotif mengumpulkan orang-orang yang berasal dari alumni sebuah universitas, itu terlihat sekali, tapi apa maksud dan tujuan motif perlu dibuktikan lagi," ucap Sumber tersebut.
(rrd/hen)











































