Hal ini agar Indonesia tidak masuk pada teori ekonomi negara-negara yang kaya sumber daya mineral namun kena kutukan.
"Saya diingatkan Pak Prof. Boediono Wapres akan teori ekonomi, ada kutukan negara penghasil sumber daya alam," kata Hidayat dalam acara Indonesia Mining Update dihadapan bos-bos perusahaan tambang di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/5/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor tanah tanpa proses tersebut, lanjut Hidayat, menjadikan Indonesia tidak memiliki keahlian dan teknologi. Ini harus diubah, dan pemerintah saat ini sudah sadar akan hal tersebut.
"Karena kita tidak biasa kerja keras, maka (Indonesia) akan jadi negara miskin. Padahal dengan pemerosesan memberi nilai tambah dan memberi masa depan," paparnya
Beberapa waktu lalu Boediono pernah mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Biasanya, negara yang kaya SDA sulit untuk maju karena cenderung santai dan malas.
"Saya ingin ingatkan pada satu teori mengenai kemajuan pertumbuhan ekonomi negara. Teori ini mengatakan suatu negara yang dilimpahi dengan SDA yang besar itu kemudian cenderung tidak bisa maju berkelanjutan," ujar Boediono beberapa waktu lalu.
Dikatakan Boediono, ada sebuah teori yang bernama 'Teori Kutukan Sumber Daya Alam'. Artinya, mereka yang dikaruniai sumber daya alam melimpah justru kalau tidak hati-hati bisa jadi kutukan dan menjadikan bangsa tidak maju-maju.
"SDA yang melimpah cenderung membuat manusia agak santai dan malas, karena tinggal ambil dan jual saja dan ini ada negara yang dilimpahi minyak dan permata dan mineral yang harga tinggi, penduduk sedikit mereka hanya menjual SDA, terbuai oleh kemudahan hidup sehingga terlena suatu saat harga anjlok maka dia akan kaget," tuturnya.
Boediono juga menyindir, SDA melimpah yang dimiliki Indonesia membuat orang malah berebut menghabiskan SDA tersebut, dan tak mau menciptakan sesuatu yang baru.
"Kalau SDA tidak bisa ditransformasikan menjadi kemampuan kreatif SDM maka akan bangsa akan gagap, sangat penting sekali bagaimana kita kelola SDA sehingga bisa ubah menjadi kreativitas dan inovasi SDM," jelas Boediono.
"Ini peringatan kita semua, kalau masih mempunyai, dapatkan, manfaatkan SDA, gunakan secara baik jangan sampai kita lewati tahap di mana akhirnya kita tidak bisa maju lagi," kata Boediono.
(wep/hen)











































