Tiap Tahun 50 Ribu Hektar Lahan Pertanian Digusur Industri

Tiap Tahun 50 Ribu Hektar Lahan Pertanian Digusur Industri

- detikFinance
Rabu, 18 Agu 2004 18:44 WIB
Jakarta - Rata-rata setiap tahunnya 50 ribu hektar lahan pertanian dikeringkan untuk dijadikan areal industri. Meskipun demikian dengan mengandalkan pembukaan lahan baru dan memacu intensitas produksi, pemerintah tidak khawatir konversi lahan itu akan mengurangi hasil produksi pangan nasional.Hal tersebut disampaikan oleh Menetri Pertanian Bungaran Saragih kepada wartawan usai penandatangan MoU pengembagan SDM dan Teknologi Pertanian di Kampus UNS, Solo, Rabu (18/8/2004). Bungaran memastikan bahwa semakin berkurangnya lahan pertanian itu tidak berimbas pada penurunan produksi, namun yang terjadi justru sebaliknya."Seluruh Indonesia kita punya 25 juta hektar lahan pertanian. Ada 500 ribu hektar lahan yang terdesak dalam 10 tahun terakhir, berarti sekitar 50 ribu hektar tiap tahunnya. Tapi tambahan lahannya lebih banyak dari itu. Penambahan lebih banyak di luar Jawa, yaitu di lahan pasang surut, rawa-rawa, lebak dan sebagainya," papar Bungaran."Sebaiknya kita lihat persoalan secara menyeluruh. Jangan hanya dilihat dari konversinya tapi juga penambahannya. Lagipula meskipun ada konversi tapi intensitas penanaman semakin meningkat. Produksi padi tahun 2003 itu rekor bagi kita sepanjang sejarah RI. Ada 51,2 juta ton. Tahun ini ini sesuai ramalam bisa mencapai 53,7 juta ton. Itu rekor baru lagi dalam bidang produksi," lanjutnya.Seiring dengan peningkatan jumlah produksi itu, Bungaran juga menampik tudingan terjadinya kemerosatan harga gabah petani. Menurut dia, kemerosotan harga gabah hanya terjadi di beberapa tempat di tanah air, khususnya di Pulau Jawa."Padahal negara ini sedemikian besarnya toh. Lagipula harga yang turun itu tetap masih di atas harga internasional. Jangan main generalisasi seperti itu. Di kampung halaman saya di Sumatera Utara sana, harganya jauh di atas harga dasar yang ditetapkan pemerintah," kata Bungaran yakin. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads