Pengusaha Resah Ekspor Batubara Bakal Dibatasi

Pengusaha Resah Ekspor Batubara Bakal Dibatasi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 16:33 WIB
Pengusaha Resah Ekspor Batubara Bakal Dibatasi
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) resah dengan rencana pemerintah membatasi ekspor batubara karena akan merugikan pengusaha. Mereka tak senang pemerintah akan mengendalikan kegiatan bisnis batubara.

Ketua Umun APBI, Bob Kamandanu mengatakan dari sisi komersial kebijakan ekspor batubara dikendalikan dari sisi komersial kurang menyenangkan bagi pengusaha batubara.

"Pasalnya, produksi batubara harus berjalan terus, tidak bisa sewaktu-waktu berhenti lalu mulai lagi, hal tersebut tidak semudah yang dibayangkan, karena recovery mesin membutuhkan waktu yang tidak sebentar," kata Bob ketika ditemui di Conference 18th Annual Coaltrans, di Nusa Dua Bali, Senin (4/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan produksi batubara tidak boleh berhenti dan harus produksi terus menerus. Alasannya setiap tambang batubara jika disetop kemudian dimulai kembali maka prosesnya lebih berat.

"Jadi bukan seperti pabrik, mesinnya dimatikan ketika tidak produksi lalu besoknya mesin dinyalain kembali tetap sama kapasitas produksinya, kalau batubara diberhentikan itu untuk renovasinya lagi itu perlu waktu, jadi ini sangat mahal, pada dasarnya mesin harus rolling (beroperasi) terus," ungkapnya.

Namun jika kebijakan itu fokusnya untuk kepentingan nasional, memenuhi kebutuhan dalam negeri tidak masalah, pihaknya sangat setuju.

"Yang jadi pertanyaan sekarang mana rencana masa depannya? Mana blueprint-nya? Contoh pemerintah tentukan bahwa batubara dalam 40 tahun kedepan diperlukan 2 miliar ton, setelah itu apa? Ekspornya seperti apa? Harus jelas dulu," tegasnya.

Diakui Bob, batubara memang saat ini sangat dibutuhkan, batubara adalah bahan paling murah untuk membangkitkan listrik. Diperkirakan dalam beberapa tahun lagi harganya makin mahal karena dunia butuh energi fosil, karena harga pangan dan energi naik terus, dimanapun ada batubara akan diburu kemanapun.

"Kalaupun pemerintah mengendalikan produksi, seharusnya ditentukan atau diklasifikasikan jenis batubaranya, karena tidak semua jenis batubara digunakan PLN, karena tidak semua yang digunakan PLN sementara produksinya banyak, makanya diekspor ke luar," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads