Menurut perwakilan pendemo, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang, kenaikan harga daging sapi akhir-akhir ini dinilai tidak wajar. Kenaikan harga ini selain 'mencekik' kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga berpengaruh pada industri pengolahan daging.
"Naiknya tidak wajar, tidak hanya terjadi di DKI Jakarta tetapi juga daerah sekitarnya. Ini tentunya berpengaruh pada kelangsungan industri pengolahan daging sapi seperti sosis , bakso, burger serta keperluan hotel, restoran, cafe, rumah makan serta para UKM pedagang bakso," kata Sarman dalam surat pernyataanya organisasi gabungannya, di Kementerian Pertanian, Ragunana, Jakarta, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak segera disikapi, maka dalam 1 atau 2 bulan kedepan akan terjadi gejolak harga dan kelangkaan daging yang dapat menimbulkan berhentinya produksi dan tutupnya beberapa industri yang memimbulkan berhentinya produksi dan tutupnya beberapa industri yang membutuhkan komoditi daging serta terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK)," tandasnya.
Para pendemo daging sapi tersebut berasal dari beberapa organisasi yakni ASPIDI, ADDI, Nampa, Aprindo APPHI, HIPPI DKI Jakarta dan Hipmi DKI Jakarta yang tergabung dalam komite Daging Sapi DKI Raya.
(rrd/hen)











































