Wakil Seketaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid mengatakan dalam 3 bulan terakhir harga daging menagalami kenaikan dan tidak hanya terjadi di pasar tradisional tetapi juga di supermarket atau ritel besar.
"Saat ini harga daging untuk rendang di ritel moderen mencapai Rp 94.000 per Kg, jenis topside mencapai Rp 108.000 per Kg, inside naik menjadi Rp 99.900 per Kg, Sengkel naik jadi Rp 79.500 per Kg dan Gandin mencapai Rp 124.500 per Kg," kata Satria kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data terbaru yang didapatkannya, saat ini pasokan daging sapi ke ritel moderen turun hingga 21%. Angka yang sangat tidak lazim dalam 5 tahun terakhir. "Pasokan daging ke ritel turun hingga 21% angka paling terendah selama 5 tahun terakhir, padahal maksimal pasokan turun hanya 5%-10%," kataya.
Tidak hanya itu, akibat pasokan gading yang tersendat tersebut, omzet para peritel menurun drastis mencapai 17,3%. "Padahal kebutuhan kami secara nasional mencapai 712.000 ton daging sapi terutama pada semester II 2012," ungkapnya.
Pihaknya sudah berupaya untuk turun langsung mencari pasokan daging bahkan sampai ke peternak. Selama ini 70% pasokan daging di ritel moderen adalah dari impor, sedangkan 30% dari lokal.
"Dari lokal pun susah, selain harganya tidak kompetitif alias terlalu tinggi, kualitas dari rumah pemotongan hewan (RPH) tidak memenuhi persyaratan yang diatur undang-undang dan standar kita. Sering kali akibat buruknya kualitas RPH, sampai ditangan kami daging sapi berwarna biru, ini tentunya tidak mungkin kami jual ke konsumen kami," tandasnya.
(rrd/hen)











































