Harga Daging di Ritel Moderen Naik 30%

Harga Daging di Ritel Moderen Naik 30%

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2012 13:22 WIB
Harga Daging di Ritel Moderen Naik 30%
Jakarta - Selama 3 bulan terakhir harga daging di ritel besar seperti Carrefour, Giant, Ranch Market dan lainnya mengalami kenaikan harga hingga 30%. Pengetatan kuota daging impor di 2012 diduga menjadi penyebab kenaikan harga ini.

Wakil Seketaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid mengatakan dalam 3 bulan terakhir harga daging menagalami kenaikan dan tidak hanya terjadi di pasar tradisional tetapi juga di supermarket atau ritel besar.

"Saat ini harga daging untuk rendang di ritel moderen mencapai Rp 94.000 per Kg, jenis topside mencapai Rp 108.000 per Kg, inside naik menjadi Rp 99.900 per Kg, Sengkel naik jadi Rp 79.500 per Kg dan Gandin mencapai Rp 124.500 per Kg," kata Satria kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (5/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satria menambahkan kenaikan harga ini sangat tidak wajar, ia mengakui ritel besar juga kesulitan mendapatkan daging. "Kami saja kesulitan dapatkan daging, kami berebut dengan ritel-ritel lainnya dan ingat ini belum memasuki bulan Puasa bahkan Lebaran," ujarnya.

Berdasarkan data terbaru yang didapatkannya, saat ini pasokan daging sapi ke ritel moderen turun hingga 21%. Angka yang sangat tidak lazim dalam 5 tahun terakhir. "Pasokan daging ke ritel turun hingga 21% angka paling terendah selama 5 tahun terakhir, padahal maksimal pasokan turun hanya 5%-10%," kataya.

Tidak hanya itu, akibat pasokan gading yang tersendat tersebut, omzet para peritel menurun drastis mencapai 17,3%. "Padahal kebutuhan kami secara nasional mencapai 712.000 ton daging sapi terutama pada semester II 2012," ungkapnya.

Pihaknya sudah berupaya untuk turun langsung mencari pasokan daging bahkan sampai ke peternak. Selama ini 70% pasokan daging di ritel moderen adalah dari impor, sedangkan 30% dari lokal.

"Dari lokal pun susah, selain harganya tidak kompetitif alias terlalu tinggi, kualitas dari rumah pemotongan hewan (RPH) tidak memenuhi persyaratan yang diatur undang-undang dan standar kita. Sering kali akibat buruknya kualitas RPH, sampai ditangan kami daging sapi berwarna biru, ini tentunya tidak mungkin kami jual ke konsumen kami," tandasnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads