“Kami yakin setidaknya ada satu dalam tiga kesempatan Yunani keluar dari Uni Eropa beberapa bulan mendatang. Jika, sebagai contoh, Yunani menolak program penghematan yang telah disetujui sebagai imbalan atas dana bailout Uni Eropa dan IMF besar-besaran,” kata S&P, dikutip dari Sydney Morning Herald (5/6/2012).
'Mengkhianati' perjanjian tersebut bisa berujung pada suspensi dukungan keuangan eksternal sebagai konsekuensinya. “Hasil seperti itu dalam pandangan kami berdampak serius pada ekonomi dan posisi fiskal Yunani dalam jangka menengah. Juga kemungkinan besar berujung pada kegagalan penguasa Yunani.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami percaya penguasa lain tidak akan mengikuti langkah keluarnya Yunani, setelah menyaksikan hasilnya pada kesulitan ekonomi (sementara) di lain waktu rekan-rekan Eropa mereka akan menyediakan dukungan tambahan untuk mencegah lebih banyak yang lepas.”
S&P mengatakan, para pembuat kebijakan Eropa akan antusias menunjukkan bahwa Yunani adalah kasus spesial. “Kami mengharapkan pertumbuhan dukungan finansial dan kelonggaran dalam menghadapi melesetnya target untuk penguasa lain yang terlilit krisis utang.”
“Dengan demikian, saat ini kami tidak menganggap keluarnya Yunani otomatis akan berkonsekuensi negatif permanen bagi prospek penguasa periferal lain untuk melanjutkan keanggotaan Uni Eropa.”
(ang/ang)










































