Tingkat Perselingkuhan di Inggris Melonjak Akibat Krisis

Tingkat Perselingkuhan di Inggris Melonjak Akibat Krisis

Metta Pranata - detikFinance
Rabu, 06 Jun 2012 16:22 WIB
Tingkat Perselingkuhan di Inggris Melonjak Akibat Krisis
London - Resesi yang melanda Inggris membuat situs-situs perselingkuhan tumbuh pesat karena ribuan pasangan suami istri tidak sanggup membayar biaya perceraian. Sejak situasi ekonomi Inggris menemui titik terendahnya lagi pada April lalu, semakin banyak suami dan istri yang mencari selingkuhan via internet.

Para ahli berpendapat, mahalnya biaya perceraian yang mencapai 13,000 poundsterling (Rp 190 juta) menjadi dalang di balik fenomena meningkatnya perselingkuhan di dunia maya ini.

Situs kencan khusus pria dan wanita yang sudah menikah terbesar di Inggris, IllicitEncounters.com mengklaim ada 27,000 anggota baru sejak ekonomi memburuk yang berarti melonjak 200% sejak setahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saat ini banyak pasangan yang terjebak dalam pernikahan tidak bahagia hanya karena tidak sanggup membayar biaya perceraian,” kata konsultan perselingkuhan Rosie Freeman-Jones, dikutip dari ThisIsMoney.co.uk (6/6/2012).

Hal inilah yang paling banyak disebutkan pendaftar IllicitEncounters.com sebagai alasan mereka bergabung. Saat ini IllicitEncounters.com memiliki sekitar 676.000 anggota, lebih dari 3% populasi pasangan suami istri di Inggris

Camilla, 35 dari Hertfordshire yang mendaftar jadi anggota IllicitEncounters.com sejak awal Mei 2012 mengaku tidak ada pilihan lain. “Pernikahan kami secara efektif sudah berakhir, tapi kami terpaksa harus tinggal bersama. Kami tidak bisa keluar dan menyewa tempat tinggal baru, bercerai maupun menjual rumah kami.”

“Bekerja sangat melelahkan saat ini. Jam kerja makin panjang dan tagihan menumpuk. Jadi saya bergabung supaya bisa bertemu pria yang mengalami situasi mirip dengan saya. Ini sangat efektif menghilangkan stress. Meski hanya bertemu untuk minum kopi, tapi rasanya senang punya sesuatu yang bisa dinantikan. Meskipun itu bukan suami saya,” aku Camilla.

Selain biaya urusan hukum, pasar properti yang stagnan dan meningkatnya utang hingga 58% untuk rata-rata 9.314 poundsterling (Rp 136 juta) per keluarga juga sangat mempengaruhi kondisi finansial orang-orang Inggris. “Faktanya, mereka tidak bisa menjual rumahnya karena pasar sangat stagnan. Lebih buruk lagi, beberapa berada di posisi ekuitas negatif,” tambah Rosie.

Sebagian besar orang yang mendaftar jadi anggota baru di situs perselingkuhan mengaku, mereka menganggap bahtera pernikahan mereka sudah berakhir dan sudah bercerai seandainya sanggup membayar biayanya. “Berselingkuh dianggap sebagai keputusan yang praktis daripada romantis,” kata Rosie.

Menurut UK Adultery Survey 2012 oleh undercoverlovers.com, mengejar kesenangan seksual, bosan dengan pernikahan dan kebutuhan untuk menaikkan ego adalah alasan lain mengapa pria berselingkuh. Sementara wanita lebih memilih kepuasan emosional, perbaikan harga diri dan cinta abadi. Wanita dewasa juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk jatuh cinta dengan pasangan selingkuhnya daripada pria dewasa.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads