Dapat 'Jatah' BBM Subsidi 169 KL, KAI Hemat Rp 200 M

Dapat 'Jatah' BBM Subsidi 169 KL, KAI Hemat Rp 200 M

Herdaru Purnomo - detikFinance
Minggu, 10 Jun 2012 12:19 WIB
Dapat Jatah BBM Subsidi 169 KL, KAI Hemat Rp 200 M
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) resmi mendapatkan kuota bahan bakar minyak (BBM) Public Service Obligation (PSO) untuk kebutuhan operasionalnya. Tahun 2012 ini KAI mendapatkan kuota BBM subsidi jenis solar sebanyak 169,966 Kilo Liter (KL) yang akan dialokasikan pada 72 dipo penampungan BBM milik KAI di wilayah Jawa dan Sumatera.

“Dengan BBM PSO ini, KAI bisa menghemat hingga Rp 200 miliar tahun ini. Dananya nanti untuk peningkatan pelayanan, stasiun akan kita sterilisasi pelan-pelan agar penumpang nyaman. Jadi semangatnya untuk perbaikan layanan publik," ujar Dirut KAI Ignasius Jonan dalam publikasinya, Minggu (10/6/2012).

Jonan memastikan tidak akan ada kebocoran dalam penggunaan BBM subsidi sesuai peruntukannya dalam angkutan penumpang dan barang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jika BBM PSO ini habis dalam penggunaanya, kami akan membeli BBM dengan harga industri. Tapi jika kuota BBM ini ada lebihnya, akan kami kembalikan,” tegas Jonan.

“Pada intinya kami sangat menyambut baik penyetaraan penggunaan BBM seperti angkutan jalan raya lainnya, karena ini untuk rakyat. Kami akan terus berusaha untuk tidak memberatkan APBN, sepanjang kami mampu,” imbuh Jonan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman mengemukakan untuk pertama kalinya tim verifikasi BPH Migas melakukan verifikasi terhadap KAI diseluruh Daerah Operasi (Daop).

"PT KAI mengangkut 200 juta orang setahun dan 25 juta ton barang. Maka dari itu BBM subsidi untuk rakyat itu baiknya dialokasikan untuk transportasi publik. Sama seperti PT KAI, Pelni juga angkutan untuk rakyat," ujar Andy.

Pengalokasian BBM PSO kepada KAI ini dituangkan dalam SK Kepala BPH Migas no. 005/PSO/BPH MIGAS/KOM/2012 tentang penetapan kuota BBM jenis tertentu. Pada tahun 2011, KAI menggunakan BBM PSO 107 Kilo Liter dan BBM Industri (non PSO) sebanyak 60 Kilo Liter.

(dru/nia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads