Pasar saham di Eropa dan Asia sempat bergerak naik menyambut kabar ini. Namun antusiasme telah lenyap dan yield obligasi Spanyol naik mendekati 6,5% pada Senin, nyaris mencapai 7% yang dianggap tidak berkelanjutan. Saham-saham juga 'rontok' pada perdagangan kemarin siang.
“Reaksi positif pasar terhadap bailout Spanyol tak berlangsung lama. Jika bailout memastikan akses ke pendanaan untuk rekapitalisasi bank-bank Spanyol adalah hal yang positif, namun sebenarnya itu akan menambah utang negara,” kata analis Investec, Elisabeth Afseth, dikutip dari CNN Money (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin partai Popular ini mencari keributan dengan partai Sosialis dengan mengatakan, jika dana bantuan dicari sejak dulu maka Spanyol tidak akan berada di posisi seperti ini. Menurut Rajoy, pemerintahannya membuat keputusan yang tepat.
Rajoy memperingatkan, bagaimana pun juga situasi Spanyol sangat rapuh dengan separuh warga berusia di bawah 24 tahun atau 1 dari 4 warga Spanyol kehilangan pekerjaannya. Dana bantuan ini tiba waktu yang tepat bagi zona Eropa, sepekan sebelum pemilu Yunani.
Spanyol minta bantuan Eropa setelah pemerintah merasa kesulitan mendanai bank-banknya yang bermasalah. Spanyol merupakan negara berekonomi terbesar nomor empat di Eropa, nyaris dua kali lipat Yunani, Irlandia dan Portugal jika digabungkan. Namun sektor perbankannya memiliki pinjaman bermasalah 300 milyar euro setelah pasar properti Spanyol kolaps pada 2008.
Pemerintah Spanyol kemudian menelurkan solusi dengan menciptakan bank beraset terbesar keempat di negaranya yakni Bankia. Sayang, bulan lalu Bankia juga 'ketularan' butuh modal 19 miliar euro. Imbasnya, beban utang Spanyol terdorong hingga ke level 7%, yang sebelumnya jadi penyebab bailout Yunani, Irlandia serta Portugal.
(ang/ang)










































