Milyuner Australia Niat Borong Saham Qantas

Milyuner Australia Niat Borong Saham Qantas

Metta Pranata - detikFinance
Rabu, 13 Jun 2012 12:41 WIB
Milyuner Australia Niat Borong Saham Qantas
Foto: AFP
Sydney - Milyuner Australia, John Singleton mengaku sudah lama tertarik dengan Qantas. Namun ia belum mengonfirmasi laporan yang menyebutkan dirinya ikut konsorsium rencana akuisisi maskapai penerbangan Australia tersebut.

Singleton yang mengumpulkan kekayaannya dari bisnis periklanan ini disebut-sebut ikut dalam rencana pengambilalihan Qantas.

β€œSaya tidak mengatakan hal itu benar atau tidak,” kata Singleton menanggapi laporan bahwa dia, mantan bos Qantas Geoff Dixon dan pemodal ventura Mark Carnegie berencana mengambil mayoritas saham Qantas, dikutip dari AFP (13/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dia mengakui sudah lama tertarik dengan Qantas yang menurutnya undervalued dan memiliki masa depan bagus.

β€œQantas, jika Anda membeli seluruh sahamnya seharga US$ 1 miliar besok, Anda akan punya kas US$ 3 miliar di perusahaan tersebut, kas. Apakah ini tawar-menawar yang bagus atau tidak?” kata Singleton kepada Sydney Morning Herald.

β€œSaya akan beli apa pun yang punya US$ 3 miliar di dalam kasnya. Saya tidak perlu mengkhawatirkan apa pun tentang Qantas. Mereka punya masa depan,” tambah Singleton.

Pekan lalu saham Qantas anjlok hingga ke rekor terendah setelah Standard & Poor's mengumumkan peringkat kredit investment-grade-nya dalam pengawasan.

Maskapai ini telah memperingatkan para pemegang saham bahwa ada penurunan profit besar-besaran akibat ketatnya kompetisi dan melambungnya harga bahan bakar. Ditambah terus menguatnya dolar Australia dan melemahnya kondisi ekonomi global terpengaruh krisis utang Eropa.

CEO Qantas Alan Joyce kemarin menampik kabar maskapainya butuh tambahan modal, tapi mengonfirmasi bahwa mereka telah membentuk grup manajemen inti untuk berurusan dengan menawaran akuisisi yang masuk.

Qantas juga menyewa jasa bank investasi Macquarie Group untuk jadi penasehat di acara pengambilalihan potensial dan Citigroup untuk mengawasi pendaftaran sahamnya. Joyce mengatakan, belum ada finalisasi pengajuan tawar menawar. Sedangkan menurut Herald, Emirates dan British Airways sudah mundur dari pembelian saham Qantas.

Qantas dulu dimiliki oleh pemerintah hingga akhirnya diprivatisasi sepenuhnya pada 1995. Qantas ditargetkan oleh konsorsium ekuitas swasta Airline Partners Australia, dipimpin oleh Allco Finance Group pada 2006.

Meski disokong oleh direksi Qantas kala itu, penawaran Aus$ 11 miliar tersebut tidak sukses setelah gagal memenangkan cukup persetujuan pemegang saham. Allco kemudian kolaps.

Laba bersih Qantas sebelum pajak tahun ini diperkirakan hanya mencapai Aus$ 50 – 100 juta, terjun bebas dari profit tahun lalu yang mencapai Aus$ 552 juta. Harga saham Qantas pun rontok dari Aus$ 6 sebelum krisis ke titik terendahnya, Aus$ 96,2 sen pekan lalu. Hari ini harga saham Qantas diperdagangkan pada US$ 1,09.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads