Untuk menyelesaikan pembangunan jalur ganda kereta api yang tengah dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, pemerintah menggelontorkan Rp 10 triliun.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur kepada detikFinance, Jumat (15/6/2012).
"Anggaran pemerintah sudah jalan untuk double track, totalnya Rp 10 triliun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat swasta apakah mau masuk atau tidak. Kita harapkan swasta bisa ikut karena investasi di kereta api ini membutuhkan modal yang besar," ungkapnya.
Sebelumnya, Natsir menyatakan untuk rencana pembangunan jalur Jakarta-Surabaya, Jepang berencana untuk mengembangkan kereta api super cepat.
"Mereka sudah bicarakan dengan kami (Kadin)," ujar Natsir di Kantor Kadin Pusat, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Namun untuk merealisasikan tersebut, investor Jepang masih menunggu rampungnya proyek pengerjaan jalur ganda (double track).
"Tapi mereka masih nunggu proyek jalur ganda rampung," ucap Natsir.
Natsir mengatakan, Asosiasi Pengusaha di Jepang (Kadin Jepang) saat ini juga terus meminta data perkembangan proyek tersebut.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, anggaran Rp 10 triliun untuk proyek jalur ganda ini diambil dari APBN.
"Double track yang sedang dibangun pemerintah untuk lintar utara Jawa akan dapat menambah kapasitas angkut barang dari sekitar 5.000 teus per minggu menjadi 10.000-15.000 teus per minggu," tutur Jonan.
(nia/dnl)









































