Carrefour menarik bisnisnya dari Yunani karena daya beli di negara tersebut terus menurun dan membuat bisnis menjadi tidak menguntungkan.
Carrefour menjual kepemilikannya pada perusahaan joint venture di Yunani kepada perusahaan lokal Marinopoulos. Kebijakan ini dilakukan sebagai akibat makin parahnya kondisi Eropa akibat krisis utang di banyak negara. Belum lagi muncul kekhawatiran Yunani akan keluar dari Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tindakan yang tidak buruk, meskipun Carrefour akan kehilangan uangnya," ujar analis Laurence Hoffman dikutip dari CNBC, Sabtu (16/6/2012),
Penjualan bisnis Carrefour di Yunani ini merupakan kebijakan pertama bos baru Carrefour yaitu Georges Plassat. Kebijakan ini terpaksa diambil karena kondisi ekonomi Eropa makin tak menentu.
Kebijakan ini direspons positif pasar, dengan kenaikan saham Carrefour 2,8% pada perdagangan di bursa Paris kemarin.
Di Yunani, Carrefour hadir sejak 1999 dengan nama Carrefour Marinopoulos. Namun akhirnya Carrefour menjual bagian bisnisnya ke Marinopolous yang juga merupakan partner dari berbagai merek dunia seperti, Marks & Spencer, Gap Inc, dan Starbucks.
(rrd/dnl)











































