Seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/6/2012), rencana Burger King ini muncul setelah ditandatanganinya joint venture antara Burger King dengan Keluarga Kurdoglu yang memegang franchise Burger King di China.
Saat ini Burger King baru mempunyai 63 outlet di China, kalah jauh dibandingkan rivalnya McDonald's yang sudah mempunyai 1.400 outlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada April tahun ini, Burger King yang berbasis di Miami, AS ini juga berencana untuk mencatatkan kembali sahamnya di bursa New York setelah salah satu pemegang sahamnya yakni 3G Capital menjual kepemilikannya sebesar 29% ke perusahaan Inggris senilai US$ 1,4 miliar.
3G Capital sebelumnya membeli saham Burger King US$ 3,6 miliar pada September 2010 lalu.
(rrd/dnl)











































