Ada Proyek MRT, Kawasan Fatmawati Kena Pelebaran Jalan

Ada Proyek MRT, Kawasan Fatmawati Kena Pelebaran Jalan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 17 Jun 2012 12:59 WIB
Ada Proyek MRT, Kawasan Fatmawati Kena Pelebaran Jalan
Jakarta -

Pemda DKI Jakarta melakukan pelebaran jalan Fatmawati dalam rangka proses persiapan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Bukan hanya Jalan Fatmawati, tanda-tanda persiapan pembangunan MRT juga terlihat di Jalan Sudirman.

"Pekerjaan persiapan di lapangan sudah dimulai, misalnya di Fatmawati sedang pelebaran jalan. Di Sudirman pun sudah ada pekerjaan pemindahan utilitas seperti pipa dan kabel," kata Kepala Biro Humas PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Manpala Rega Chandra Gupta Sitorus kepada detikFinance, Minggu (17/6/2012)

Bersamaan dengan proses persiapan oleh Pemda DKI, pihak PT MRT tengah melakukan tender untuk kontraktor sipil dan kereta MRT. Targetnya kontrak dengan kontraktor sipil sudah bisa dilakukan pada Agustus-September 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai pemindahan Terminal dan Stadion Lebak Bulus, menurutnya, itu menjadi kewenangan Pemda DKI. Ia berharap sebelum akhir tahun semua persiapan sudah selesai dan pembangunan MRT sudah bisa dimulai.

Proses persiapan pembangunan antara lain pelebaran jalan Fatmawati, pemindahan utilitas, pemindahan terminal Lebak Bulus, pemindahan stadion Lebak Bulus dan lain-lain.

"Pekerjaan-pekerjaan itu tersebut target kelar sebelum kita mulai pembangunan akhir tahun ini. Untuk pelebaran jalan, kemarin dinas PU target kelar dalam waktu 4 bulan, 3 bulan lagi selesai," katanya

Mengenai pendanaan proyek senilai Rp 15 triliun khususnya untuk MRT tahap I) dari Japan International Cooperation Agency (JICA), lanjut Gupta, sampai saat ini tak ada masalah. "Prinsipnya dana pinjaman standby di Jepang, cair ketika ada prestasi pekerjaan," jelas Gupta.

Sesuai dengan rencana, tahap konstruksi proyek MRT ini dimulai paling cepat akhir 2012 atau awal 2013.

Untuk tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 Km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.

Untuk tahap II dalam koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.
 
Seperti diketahui Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu:

Koridor Utara-Selatan

Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23, 8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur-Barat

Koridor ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027

Total nilai proyek adalah sekitar 144 Miliar Yen dengan besar pinjaman sekitar 120 Milyar Yen dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta (APBD) DKI Jakarta.

Biaya proyek akan ditanggung bersama antara Pemerintah Pusat (42%) dan Pemerintah Daerah (58%). Dana kemudian akan disalurkan kepada PT MRT Jakarta melalui DKI Jakarta sebagai pelaksana dan operator proyek.

(hen/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads