Yunani Pilih Bailout Daripada Keluar dari Uni Eropa

Yunani Pilih Bailout Daripada Keluar dari Uni Eropa

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 18 Jun 2012 12:20 WIB
Yunani Pilih Bailout Daripada Keluar dari Uni Eropa
Athena - Pemilih Yunani mengakhiri kebuntuan politik berbulan-bulan dengan memilih partai-partai pro bailout di pemilu yang paling menentukan kemarin. Hasil pemilu memberikan cukup suara bagi konservatif pro penghematan dan partai sosialis untuk membentuk koalisi pemerintahan yang rapuh dan canggung.

Untuk sementara ketakutan mengenai perpisahan Yunani dari zona Eropa bisa diredam. Namun hal ini tidak menghapus masalah utama yang dihadapi Yunani dan negara zona Eropa lainnya, meski mereka berpisah atau tetap bersatu.

Setidaknya, kemenangan partai konservatif New Democracy yang berjanji terus bekerjasama dengan Eropa sudah cukup bagus daripada dua kemungkinan hasil yang paling ditakutkan para investor: kemenangan partai sayap kiri Syriza atau kebingungan yang membuat Yunani bergelut dengan pertikaian politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dari semua skenario realistis, inilah yang terbaik. Hasil ini mengurangi resiko deposit flight di sistem perbankan. Namun ini tidak menyelesaikan masalah Yunani,” kata Alberto Gallo, kepala riset kredit makro Eropa di Royal Bank of Scotland, London, dikutip dari The Wall Street Journal (18/6/2012).

Para analis memperkirakan pasar akan berubah positif Senin ini karena lega krisis zona euro tidak berakhir kacau kemarin. Ada beberapa sinyal awal di perdagangan Asia awal pagi ini: rata-rata Nikkei Jepang naik 2.2% sementara saham AS melambung dan euro naik hampir satu sen terhadap dolar.

Selama lebih dari dua tahun, krisis utang sudah menyebabkan zona euro mengalami masalah struktural mendalam yang butuh bertahun-tahun untuk memperbaikinya, jika memang masih bisa diperbaiki. Dengan 99% suara yang telah dihitung Minggu malam, New Democracy mendapat 30% suara, sementara Syriza 27%.

Pemimpin New Democracy, Antonio Samaras yang mencalonkan diri sebagai perdana menteri mengatakan kemenangan tipis partainya merupakan fondasi pendekatan ulang dengan Eropa. “Kami akan menghormati janji dan kewajiban negeri ini,” kata Samaras pada jumpa pers pasca pemilu. Dia meminta partai lain bergabung dalam koalisi pemerintahan untuk penyelamatan nasional.

“Dengan hasil pilihan warga Yunani, dasar kuat persatuan baru yang berorientasi pada Eropa sudah terbentuk,” kata Samaras dalam bahasa Yunani yang kemudian diulanginya dalam bahasa Inggris. Samaras tidak bisa berlama-lama menikmati kemenangannya.

Partai New Democracy mengumpulkan 129 kursi dari total 300 kursi di parlemen Yunani. Jumlah itu lebih tinggi dari yang diperkirakan, namun dia masih butuh kerjasama dari musuh lamanya, partai Socialist Pasok untuk membentuk koalisi pro Eropa. Sementara Minggu malam, pemimpin Syriza, Alexis Tsipras mengatakan partainya akan tetap menjadi oposisi.

Setelah Yunani memilih setia dengan Eropa, sekarang semua mata tertuju pada Jerman mengenai kemungkinan pemberian kelonggaran bagi Athena. Berlin mengirimkan pesan bertentangan seusai pemilu. Kanselir Angela Merkel memanggil Samaras untuk menyelamatinya, namun kantor Merkel mengatakan dia meminta Yunani setia dengan komitmen Eropanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Wolfgang Schauble mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akan ada konsultasi untuk membuat program penyesuaian berjalan sukses. Eropa bersikeras Yunani mengumpulkan 11.5 milyar euro dana segar untuk tahun depan dimulai akhir bulan ini.

Jika gol ini dipertahankan, Samaras mungkin tidak punya kekuatan politik lagi untuk pemangkasan ini dan mempertahankan pemerintahannya yang baru seumur jagung. Hal ini akan kembali menjebloskan Yunani ke dalam kekacauan politik dan pastinya menguatkan pengaruh Tsipras.

Samaras akan menghadapi ujian pertamanya minggu depan ketika dia mulai perbincangan dengan pengawas bailout dari Uni Eropa dan IMF.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads