Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, nelayan di Jawa membutuhkan kapal tersebut karena kondisi laut di wilayah Jawa yang sudah tercemar membuat nelayan di Pulau Jawa harus melaut hingga ratusan mil untuk memperoleh ikan.
Namun, bantuan kapal ini ternyata tidak sesuai untuk wilayah Indonesia Timur. "Di daerah timur seperti Halamahera maupun Papua. Mereka hanya melaut 5 mil sampai paling jauh 10 mil, mereka sudah bisa dapat ikan. Kalau mereka pakai kapal 30 GT, ongkosnya tinggi. Makanya mereka banyak yang tidak mau pakai (kapal bantuan dari KKP)," jelas Cicip di kantornya, Jakarta, Senin (18/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita kan tambah lebih kecil lagi 5 GT sampai 25 GT untuk daerah yang tidak memerlukan kapal yang besar," imbuhnya.
(feb/dnl)











































