Indef: Target Inflasi 3 Persen Terlalu Optimis
Jumat, 20 Agu 2004 12:51 WIB
Jakarta - Rencana jangka panjang sasaran inflasi sebesar 3 persen yang disepakati pemerintah dan BI dinilai terlalu optimis. Alasannya, dengan target 3 persen, berarti setiap tahunnya inflasi harus ditekan 0,4 persen yang diyakini akan sulit dilakukan. Demikian disampaikan ekonom dari Indef Imam Sugema dalam jumpa pers mengenai RAPN 2005 yang diselenggarakan Indef di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/8/2004).Dijelaskan Imam, saat ini pola jangka panjang inflasi yang terjadi selalu diatas 7 persen sehingga akan sangat sulit bagi siapapun termasuk pemerintahan baru, untuk menurunkan target inflasi dibawah 7 persen seperti terjadi di negara-negara maju."Inflasi sebetulnya memiliki memori. Jika pemerintah memiliki main set bahwa inflasi yang akan terjadi 10 persen, maka itu akan terjadi karena semua pelaku usaha akan meng-adjust ke arah inflasi tersebut. Jadi sulit untuk membuat inflasi lebih rendah dari 7 persen seperti yang terjadi saat ini," tegasnya.Meski rencana tersebut akan dilakukan selama 10 tahun mendatang, Imam menegaskan hal itu tetap saja terlalu optimis karena yang ideal dalam jangka 10 tahun, inflasi di kisaran 5 persen. Pasalnya, selama ini dari pengalaman yang terjadi, inflasi selelu berfluktuasi seiring berfluktuasinya nilai tukar Rupiah. "Jadi kalau inflasi diciptakan lebih rendah, maka akan terjadi cost of disinflation atau biaya dari penurunan inflasi, karena kesempatan kerja akan hilang secara temporer," kata Imam.Dengan inflasi yang rendah, lanjut Imam, kemungkinan marjin dari dunia usaha juga lebih rendah, sehingga daya tampung tenaga kerja juga ralatif lebih sedikit. Sebelumnya pemerintah dan BI sepakat inflasi jangka panjang ditetapkan sebesar 3 persen. Pertimbangan utama sasaran ini adalah untuk memperoleh daya saing perekonomian dalam iklim perekonomian yang semakin terbuka. Sasaran itu rencananya akan dicapai secara bertahap dengan mempertimbangkan adanya trade off dalam jangka pendek antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi namun tetap menunjukkan komitmen pada proses disinflasi. Untuk mencapai sasaran itu, pada tahun 2005 ditargetkan sasaran inflasi sebesar 6 persen, tahun 2006 5,5 persen dan menjadi 5 persen pada tahun 2007.
(qom/)











































