Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Muhammad Hasan mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyelesaikan tahap pembebasan lahan dan pembuatan akses jalan masuk ke waduk tersebut.
Sudah ada empat kontraktor yang lolos pada tahap prakualifikasi proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian PU sedang mempersiapkan proses lelang penawaran proyek dan sekaligus menyelesaikan pembebasan lahan untuk daerah tampungan air. Katanya, proses pengadaan tanah ini akan berjalan bersamaan dengan proses konstruksi.
"Areal yang harus dibebaskan cukup besar dan prosesnya pun tidak mudah karena melibatkan program pembinaan penduduk sehingga membutuhkan waktu panjang. Untuk mempercepat, pembebasan dilakukan bersamaan dengan konstruksi," ungkapnya.
Waduk ini berkapasitas 219 juta meter kubik dengan debit air sekitar 14,6 meter kubik, dan diperkirakan akan memakan waktu pembangunan 3 hingga 4 tahun.
Pendanaan pembangunan fisik waduk ini akan didapatkan dari APBN, tetapi sebesar US$ 100 juta akan diperoleh dari pinjaman pemerintah Korea melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA).
Keberadaaan waduk tersebut ditujukan untuk mencukupi kebutuhan air baku untuk perkotaan dan industri di kawasan Tangerang, Serang, dan Cilegon dengan kapasitas sebesar 9,1 meter kubik per detik dan keperluan irigasi di kawasan Ciujung sebesar seluas 23 hektar.
(/)










































