Wakil Ketua DPD Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumatera Utara Elianor Sembiring mengatakan awalnya negeri jiran itu banyak impor domba hidup dari Australia.
Mereka akhirnya mengalihkan permintaanya ke Indonesia. Malaysia menganggap domba Indonesia lebih berkualitas karena memakan rumput, dibanding domba Australia yang mengkonsumsi konsentrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Elianor, kini beberapa perusahaan perkebunan karet di Malaysia mengintegrasikan perkebunannya dengan peternakan domba. Negeri jiran itu awalnya belajar mengembangkan domba di lahan karet di Medan Sumatera Utara.
"Dulu mereka belajar sama saya, cuma mereka kuat uangnya sehingga bisa mengembangkan sendiri, kalau kita asal proyek saja seperti di PTPN. Tahun 1989 mereka belajar sama saya di Sungai Putih. Mereka sudah mengembangkan melalui Rubber Research Institute of Malaysia (RRIM). Lokasinya di Johor, paling banyak," katanya.
Sebelumnya para peternak Domba Garut khawatir, domba unggulan Jawa Barat ini akan diklaim Malaysia. Mereka beralasan belum ada upaya dari pemerintah untuk memastikan pemurnian genetika Domba Garut.
"Saya meneruskan kehwatiran teman-teman dari pelaku peternak kalau Domba Garut itu akan diklaim oleh Malaysia, atau negara lain," ungkap Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera (PPNSI) Jawa Barat, Bahruzin.
(hen/dnl)











































