Hal ini disampaikan oleh Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan di Plaza Senayan, Kamis (21/6/2012)
"Medan kota pertama yang bandaranya punya jaringan kereta api," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek kereta bandara Kuala Namu ini menghubungkan Araskabu-Kualanamu sepanjang 3 km yang merupakan jaringan rel kereta baru yang dibangun KAI. Proyek ini menelan dana Rp 250 miliar termasuk untuk sarana.
"Keretanya akan masuk bandara Kuala Namu dengan tarif tiketnya Rp 60.000, dengan waktu tempuh 50 menit," katanya.
Sebagai operator rel kereta api ini adalah Railink yang merupakan perusahaan patungan antara KAI dengan PT Angkasa Pura II. Saham Railink sebanyak 60% dimiliki KAI dan 40% dimiliki oleh AP II.
PT KAI mengeluarkan dana Rp 65 miliar, kemudian Railink mengeluarkan dana sendiri Rp 187 miliar, kemudian AP II menyumbang Rp 80 miliar untuk proyek tersebut.
(hen/dnl)











































