Perkembangan Terakhir Krisis Utang Uni Eropa

Perkembangan Terakhir Krisis Utang Uni Eropa

- detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2012 14:54 WIB
Perkembangan Terakhir Krisis Utang Uni Eropa
Paris - Krisis utang Uni Eropa masih menjadi sorotan banyak pihak di seluruh dunia, mulai dari investor hingga warga biasa yang takut akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 2008 lalu.

Berbagai perkembangan dari benua biru itu selalu menarik disimak, di samping hajatan sepakbola piala Eropanya, karena bisa menentukan arah pertumbuhan ekonomi dunia.

Berikut ini adalah perkembangan terakhir di Uni Eropa seperti dikutip dari AFP, Sabtu (23/6/2012):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roma: Petinggi negara empat terbesar Uni Eropa sepakat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi setempat dengan menggelontorkan 130 miliar euro (Rp 1.467 triliun) dalam pertemuannya di Roma.

Athena: Menteri Keuangan Yunani Vassilis Rapanos masuk rumah sakit, kata laporan pemerintah setempat. Pria berumur 65 tahun itu terpaksa dibawa ke rumah sakit setelah sempat pingsan tak sadarkan diri.

Frankfurt: Bank sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) akan meminta perbankan yang mendapat dana bantuan untuk lebih luas lagi memberikan kredit kepada perusahaan dan retail.

Krisis utang Eropa juga jatuh semakin dalam, terlihat dari tingkat kepercayaan bisnis di Jerman, negara paling kuat di Eropa, yang melemah ke titik terendah dalam dua tahun terakhir.

Sebanyak 27 negara anggota Uni Eropa sepakat untuk berperan sebagai penasihat ECB.

Luxembourg: Uni Eropa siap memberikan bantuan langsung kepada bank-bank Spanyol, kata Menteri Keuangan Spanyol. Negeri matador itu akan melayangkan permintaan bantuan secara resmi Senin besok.

Paris: Mantan Perdana Menteri Jerman Guido Westerwelle mengatakan krisis utang di Uni Eropa menjadi bukti bahwa negara-negara di benua biru itu harus lebih terintegrasi, terutama dalam langkah yang bisa meyakinkan pasar.

Bratislava: Pemerintah Slovakia meratifikasi dana bailout ESM Uni Eropa yang akan mulai berlaku pada 1 Juli.

Ljubljana: Pemerintah Slovenia sedang berupaya sekuat tenaga membantu likuiditas perbankannya supaya tidak perlu meminta bantuan Uni Eropa. Padahal, kondisi perbankan setempat sudah sangat mengkhawatirkan, kata Menteri Keuangan Slovenia Janez Sustersic.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads