Ini Dia Negara-negara Paling 'Melek' Keuangan

Ini Dia Negara-negara Paling 'Melek' Keuangan

Metta Pranata - detikFinance
Selasa, 26 Jun 2012 07:56 WIB
Ini Dia Negara-negara Paling Melek Keuangan
Jakarta - Pada Financial Literacy and Education Summit 2012 di Chicago, hasil 2012 Global Financial Literacy Barometer diumumkan. Data tersebut membuat peringkat level melek keuangan dari 28 negara.

Menurut laporan ini, Brazil menduduki peringkat teratas sebagai populasi paling melek keuangan. Diikuti oleh Meksiko, Australia, Amerika Serikat dan Kanada. Survey ini dilakukan sepanjang Februari hingga April 2012 dengan total 25,500 responden.

Laporan ini menyebutkan berbagai isu yang dibagi ke dalam kategori-kategori. Seperti jumlah simpanan dan dana darurat rata-rata yang dimiliki orang-orang, apakah orangtua bicara blak-blakan dengan anaknya tentang keuangan, serta apakah remaja dan kaum dewasa muda paham pengelolaan uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini hasil lengkapnya per kategori, seperti dilansir dari Investopedia (26/6/2012):

1. Anggaran rumah tangga: Brazil, Jepang, Australia

Ketika ditanya, “Apakah Anda membuat anggaran rumah tangga dan mengikutinya?” Tiga negara teratas yang merespon “Ya” terhadap pertanyaan ini adalah Brazil, Jepang dan Australia. Amerika Serikat berada di peringkat ke-6 untuk kategori ini.

Orang-orang berpendapatan tinggi dan berpendapatan rendah ternyata memiliki angka yang mirip ketika berurusan dengan anggaran. 24.8% orang berpendapatan di bawah US$ 20,000 per tahun dan 24.7% orang berpendapatan di bawah US$ 75,000 per tahun mengatakan, mereka tidak mengatur anggaran rumah tangga.

2. Dana darurat: Hong Kong, Taiwan


Lebih dari 70% responden survey memiliki dana darurat kurang dari jumlah tiga bulan gaji. Ini artinya, jika ada krisis ekonomi mendadak seperti PHK massal, lebih dari separuh orang di dunia akan 'kere' mendadak.

Di tempat-tempat seperti Indonesia, Libanon, Pakistan dan Serbia, angkanya jauh lebih besar lagi. Di empat negara ini, hanya 13 – 14% dari populasi yang mampu bertahan lebih dari tiga bulan ketika terkena masalah keuangan pribadi.

Hampir 60% di beberapa bagian Asia mengatakan, mereka bisa bertahan dari masalah keuangan pribadi lebih dari tiga bulan. Sementara sepertiga atau lebih mengatakan bisa bertahan enam bulan bahkan lebih.

Di AS, rata-rata tiap orang memiliki simpanan setara dengan 2.9 kali pengeluaran bulanan. Responden Asia memiliki kesempatan terbaik bertahan dari krisis keuangan pribadi. Hong Kong dan Taiwan merupakan dua negara teratas di kategori ini.

Menariknya, 25% responden yang melaporkan tidak punya cukup dana darurat justru orang berpendapatan besar.

3. Pendidikan keuangan untuk anak: Meksiko, Brazil

Responden di lebih dari separuh negara yang disurvey percaya bahwa remaja dan kaum dewasa muda tidak paham dasar-dasar pengelolaan uang seperti membuat anggaran, tabungan, utang dan belanja yang bertanggungjawab.

Di negara yang ekonominya lebih maju, banyak orangtua tidak bicara mengenai uang pada anak-anaknya secara reguler. Keluarga-keluarga Amerika membicarakan uang dengan anaknya hanya sekitar 25.8 hari dalam setahun.

Sementara di Meksiko dan Brazil, orangtua sering bicara tentang uang pada anak-anaknya. Orangtua Meksiko bicara tentang uang setidaknya 41.7 hari dalam setahun, sementara Brazil 38.1 hari.

Kesimpulan

Tidak hanya penting bagi orangtua untuk membicarakan pengelolaan keuangan pada anak-anaknya. Lebih penting lagi, simpan cukup uang untuk dana darurat. Negara yang memiliki jumlah simpanan tinggi relatif lebih stabil secara ekonomi.

Meski negara maju seperti AS tergolong melek keuangan, tapi tentang keahlian mengelola uang, masyarakatnya pun masih butuh waktu lumayan panjang.
Halaman 2 dari 5
(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads