Carrefour Borong Produk Petani Plasma Cargill

Carrefour Borong Produk Petani Plasma Cargill

Taufik Wijaya - detikFinance
Selasa, 26 Jun 2012 14:40 WIB
Carrefour Borong Produk Petani Plasma Cargill
Palembang -

PT Carrefour Indonesia (Carrefour) mendukung para petani kelapa sawit dengan membeli produk ramah lingkungan dari PT Hindoli. PT Hindoli merupakan anggota Cargill yang telah menyiapkan 17.600 hektare lahan kelapa sawit untuk dikelola petani plasma dalam 17 KUD (Koperasi Unit Desa).

Semua KUD petani plasma PT Hindoli yaitu 17 KUD sudah mendapat sertifikat RSPO (Roundtable Sustainable on Palm Oil).

Saat ini produk dari 17 KUD yang dikelola 8.800 petani plasma terhadap 17.600 hektare, produknya ada yang mencapai 26 ton minyak kelapa sawit per hektare dalam setahun. Dan kami sangat berterima kasih Carrefour telah mau bermitra dengan para petani ini,” kata Presiden Direktur PT Hindoli, Anthony Yeow saat jumpa pers di Hotel Sintesa Peninsula, Jalan Residen Abdul Rozak, Palembang, Selasa (26/06/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Adji Srihandoyo, Corporate Affairs Director Carrefour Indonesia mengatakan pihaknya percaya bahwa kemitraan bersama antara Cargill (PT Hindoli, red) dan petani kelapa sawit telah membantu para petani dalam meningkatkan hasil produknya, meningkatkan pendapatan serta standar hidup mereka. Pada tahap awal ini, nilai pembelianya sebesar Rp 165 juta.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa kita memilih untuk bermitra dengan Cargill. Sejalan dengan nilai-nilai bisnis kami, kerjasama kami dengan Cargill di perkebunan PT Hindoli tidak hanya akan bermanfaat bagi industri kelapa sawit dengan mempromosikan penggunaan minyak sawit yang berkelanjutan, tetapi juga akan membawa kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia, dan juga untuk kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Adji.

Dijelaskan Adji, selain pembelian produk kelapa sawit dari petani plasma PT Hindoli, pihaknya juga mendukung 250 kepala keluarga petani kelapa sawit di Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau, dalam mendapatkan sertifikasi RSPO. “Dananya diambil dari Carrefour Foundation,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Adji mengatakan untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup, khususnya persoalan sampah, Carrefour menerapkan sejumlah langkah terkait dengan para konsumennya.

“Pertama plastik yang kita gunakan dalam mengemas produk dapat membaur dengan tanah maksimal dua tahun. Bukan yang membutuhkan waktu sekitar 200-300 tahun,” kata Adji.

Kedua, lanjut Adji, pihaknya mendorong para konsumen untuk menggunakan atau membawa tas sendiri saat berbelanja di Carrefour. Selanjutnya, Carrefour juga menyediakan tas yang cukup satu kali dibeli, tapi dapat digunakan terus-menerus. “Jika rusak, mereka cukup mengganti dengan yang baru yang disediakan Carrefour,” ujarnya.

“Kita sangat peduli dengan persoalan lingkungan hidup, selain membeli produk yang ramah lingkungan, juga mengelola sampah yang tidak merusak lingkungan,” kata Adji.

(tw/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads