Hatta: Di Kementerian Saya Tak Ada Lagi Buah Impor

Laporan dari Moskow

Hatta: Di Kementerian Saya Tak Ada Lagi Buah Impor

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 28 Jun 2012 10:57 WIB
Hatta: Di Kementerian Saya Tak Ada Lagi Buah Impor
Jakarta - Pemerintah sangat serius untuk mengurangi ketergantungan Indonesia dari produk impor, seperti buah-buahan. Pemerintah akan mencari cara yang tidak melanggar aturan perdagangan dunia untuk menahan banjir buah impor.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, di tengah krisis Eropa saat ini, pasti Indonesia bakal diserbu produk impor sebab permintaan Eropa menurun. Namun pemerintah siap memperketat banjir produk impor dengan cara-cara yang tak melanggar aturan dari WTO.

"Selalu ada ruang untuk kita mengurangi impor dengan cara yang legal dan elegan. Salah satunya, saya sudah melarang kantor saya mengkonsumsi buah-buah impor dan ini diikuti kementerian ekonomi lainnya. Kalau anda lihat di kantor saya, kita makan singkong. Ini sudah dilakukan beberapa bulan," tutur Hatta kepada detikFinance dalam perjalanan dengan kereta api di Moskow, Selasa (26/6/2012) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menegaskan, mencintai produk nasional bukan berarti membuat Indonesia menerapkan kebijakan proteksionisme. "Tapi ini soal nasionalisme," tegasnya.

Soal buah-buahan impor, Hatta mengatakan pemerintah akan terus memberikan perlindungan kepada konsumen terhadap produk-produk impor yang deras masuk.

"Kita harus memberikan perlindungan konsumen kita terhadap barang impor yang deras yang tidak bisa kita kontrol dari segi kesehatan dan keamanan. Jadi harus ada sensor yang ketat di pelabuhan melalui peningkatan kapasitas karantina. Seperti di Tanjung Priok, sekarang hanya negara-negara yang punya MRA (mutual recognition agreement) yang boleh masuk buahnya, sisanya cari pelabuhan lain," tutur Hatta.

Memang saat ini hanya buah dari AS, Australia, dan Selandia Baru saja yang boleh masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok karena sudah mempunayi MRA tersebut.

(dnl/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads