"Tidak akan ada, misalnya untuk perempuan hanya diberi formasi sekian persen. Tidak. Kita secara terbuka. Bahkan untuk jabatan eselon I di pusat, para pejabat di daerah bisa adu prestasi," kata Menteri PAN & RB Azwar Abubakar seperti dikutip dari situs KemenPAN, Jumat (29/6/2012)
Menurut Azwar yang paling mungkin terjadinya adalah mutasi PNS dari satu daerah ke daerah lain, atau dari satu instansi pemerintah ke instansi lainnya. "Tidak ada lagi sejak masuk jadi PNS di Garut misalnya, sampai pensiun tetap saja di Garut, tidak bisa berkembang. Kasihan, kan? Seleksinya dengan cara CAT (computer assisted test). Jadi di suatu ruangan ada 100 komputer. Laki-laki dan perempuan tes di situ enggak ada beda. Di sini peluang perempuan luar biasa besar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini diharapkan akan lahir undang-undang baru, yakni UU Aparatur Sipil Negara. Di situ dimuat promosi PNS harus terbuka. Kaum perempuan juga harus bergembira. Nantinya, bisa jadi kepala dinas pekerjaan umum. Silakan semuanya. Juga dalam hal jabatan, misalnya Kepala PU itu syaratnya bagaimana, jangan sampai insinyur pertanian mimpin PU. Itu masih ada, karena tidak diatur. Karena kepala daerah senang sama guru, jadilah dia kepala kesehatan. Ini nanti kita atur lagi," tutur Menteri.
Berdasarkan data BKN dari total jumlah PNS 4,646 juta orang dari jumlah itu sebanyak 2,191 juta orang adalah perempuan atau 47,16% dan 2,455 juta adalah laki-laki atau 52,845.
Dari sisi jabatan, untuk jabatan struktural yang diduduki perempuan sebesar 24,09%, posisi perempuan untuk jabatan fungsional tertentu 55,55% dan jabatan fungsional umum sebesar 42,16%.
(hen/hen)