Dua Bulan Berturut-turut Neraca Perdagangan RI Defisit

Dua Bulan Berturut-turut Neraca Perdagangan RI Defisit

- detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 12:03 WIB
Dua Bulan Berturut-turut Neraca Perdagangan RI Defisit
Jakarta - Untuk kedua kalinya, neraca perdagangan Indonesia defisit. Di Mei lalu, nilai defisit perdagangan mencapai US$ 485,9 juta, akibat nilai impor yang lebih besar ketimbang ekspor.

Badang Pusat Statistik (BPS) menyatakan, nilai neraa perdagangan Indonesia defisit untuk dua bulan berturut-turut setelah April juga defisit. Meskipun begitu, secara total Januari-Mei 2012, neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$ 1,52 miliar.

"Masih surplus, meskipun makin kecil. Mei kembali defisit, ini kedua kalinya setelah bulan lalu. Mungkin ini karena kebijakan pemerintah juga," ujar Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (2/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data BPS, ekspor Mei 2012 mencapai US$ 16,72 miliar atau turun 8,55% dibandingkan Mei 2011. Namun, dibandingkan April naik 3,41%. Ekspor migas naik 1,33% menjadi US$ 3,61 miliar dan non migas naik 4% menjadi US$ 13,12 miliar.

Suryamin menyebutkan, total ekspor Januari-Mei mencapai US$ 81,42 miliar atau naik 1,48%, sementara ekspor non migas US$ 64,26 miliar naik 0,04% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Komoditas ekspor terbesar RI adalah bahan bakar mineral senilai US$ 11,79 miliar, kemudian lemak dan minyak hewan nabati US$ 8,81 miliar. "Jadi ini karena batubara dan CPO," ujar Suryamin.

Tiga negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah China dengan nilai ekspor US$ 8,88 miliar, Jepang US$ 7,27 miliar, dan Amerika Serikat US$ 6,14 miliar. Sementara nilai ekspor ke negara ASEAN US$ 12,85 miliar dan Uni Eropa US$ 7,63 miliar.

Sementara itu, lanjut Suryamin, nilai impor Indonesia di Mei 2012 mencapai US$ 17,21 miliar atau naik 16,09% dibandingkan Mei 2011. Jika dibandingkan April 2012, impor Indonesia naik 1,61%. Impor migas di Mei menurun 12,44% dari US$ 4,12 miliar menjadi US$ 3,61 miliar, tetapi nilai impor non migas masih naik 6,13% dari US$ 12,82 miliar menjadi US$ 13,6 miliar.

Total impor Indonesia pada periode Januari-Mei 2012 mencapai US$ 79,9 miliar atau naik 16,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total impor non migas mencapai US$ 61,65 miliar atau naik 17,39% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Impor terbesar Indonesia Januari-Mei 2012 adalah komoditas mesin dan peralatan mekanik dengan US$ 11,42 miliar dan mesin dan peralatan listrik dengan nilai USD$ 7,77 miliar.

Negara asal impor barang-barang di Indonesia terbesar adalah China dengan US$ 11,89 miliar, Jepang US$ 9,66 miliar, dan Thailand US$ 4,73 miliar. Lalu impor dari ASEAN mencapai US$ 13,39 miliar dan Uni Eropa US$ 5,45 miliar.

"Dengan nilai impor Mei US$ 17,21 miliar dan ekspor US$ 16,72 miliar, jadi defisit US$ 485,9 juta. Tapi secara total (Januari-Mei 2012), dengan ekspor US$ 81,42 miliar, dengan impor US$ 79,9 miliar, jadi masih surplus US$ 1,52 miliar," tutur Suryamin.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads