Pemerintah Butuh Rp 7 Triliun Rebut Inalum Dari Jepang

Pemerintah Butuh Rp 7 Triliun Rebut Inalum Dari Jepang

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 12:30 WIB
Pemerintah Butuh Rp 7 Triliun Rebut Inalum Dari Jepang
Jakarta - Pemerintah mengaku butuh dana sekitar Rp 7 tiliun untuk menguasai 100% saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari investor Jepang.

Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 telah menganggarkan Rp 2 triliun untuk rencana yang diperkirakan terlaksana 31 Oktober 2013.

"Untuk pengambilan Inalum tahap pertama disediakan Rp 2 triliun," ungkap Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadianto saat RDP di Komisi XI DPR, Senin (2/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Pemerintah yang saat ini memiliki 41,1% saham di Inalum. Rencananya, pemerintah akan membeli kepemilikan saham mayoritas sebanyak 58,9% yang saat ini dikuasai oleh investor Jepang ketika perjanian kerjasama (Master Agreement) antara pemerintah Indonesia dan invetor Jepang berakhir pada Oktober 2013.

"Selambat-lambatnya pada 31 Oktober 2013, aset Inalum akan diambil oleh pemerintah maka untuk pengembalian itu diperlukan penganggaran mencapai Rp 7 triliun,"sebutnya.

Hadianto menegaskan, dari pengambilalihan sebesar 58,9% saham Inalum, diharapkan pemerintah Indonesia bisa memperoleh nilai tambah (added value) dari kepemilikan saham mayoritas di Inalum.

"Proses pengambilan aset Inalum ini merupakan wujud dari kesempatan bagi pemerintah untuk bisa masuk ke industri seperti ini sehingga diharapkan added value akan bisa dilaksanakan lebih baik dan memberikan kontribusi kepada pemerintah," tutup Hadianto.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads