Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan rendahnya jumlah masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan dengan daya saing tinggi salah satunya disebabkan oleh pola pikir yang tertanam sejak kanak-kanak.
Menurutnya, kurikulum pendidikan nasional dari Sekolah Dasar tidak memberikan porsi tentang pemanfaatan dan potensi sumberdaya laut yang ada di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diperkuat oleh pakar kelautan dan perikanan Sarwono Kusumaatmaja, menurutnya ketika dirinya berkunjung ke daerah pesisir kepulauan, pola pikir anak-anak di daerah kepulauan lebih suka kepada sumberdaya yang ada di darat.
"Ketika saya pergi ke pulau seribu, anak-anak disana saya suruh menggambar bebas dan ternyata mereka mengambar dua buah gunung," imbuh Sarwono.
(hen/dru)











































