Pemerintah Australia menyatakan siap memberikan pinjaman kontijensi atau 'pinjaman siaga' kepada pemerintah Indonesia senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun.
Pinjaman atau utang siaga' tersebut berupa komitmen yang bakal ditarik Indonesia apabila kondisi ekonominya memburuk akibat krisis global yang terjadi saat ini.
Selain dari Australia, Indonesia juga mendapatkan fasilitas pinjaman siaga' ini dari Jepang, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Dunia. Total semuanya mencapai US$ 5,5 miliar yang bisa diakses Indonesia jika keadaan ekonomi mendesak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berlanjutnya kondisi ketidakpastian global membuat setiap negara bertanggung jawab menjaga kondisi makro ekonomi dan perbankannya, bahkan Indonesia juga terkena imbas," ujar Gillard dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Selasa (3/7/2012).
"Kami mendukung langkah proaktif Idnonesia untuk menjaga stabilitas ekonominya," lanjut Gillard.
Saat ini nilai ekspor Inodnesia telah turun dalam dua bulan berturut-turut karena penurunan harga komoditas dan menurunynya permintaan akibat krisis di Eropa. Namun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 ini mencapai 6,3% sampai 6,7%. (dnl/ang)










































