Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri yakin Indonesia dapat bebas dari kemiskinan pada tahun 2025. Maksudnya, pada tahun itu diharapkan seluruh masyarakat dapat berada di atas garis kemiskinan.
"Kalau Indonesia sejahtera ya Insya Allah 2025. Sejahterannya, yang di bawah garis kemiskinan sudah tidak ada, tapi kalau mengharapkan kaya semua yang tidak mungkin yang penting gap-nya tidak terlalu jauh, karena tidak sehat, yang penting income-nya bertambah," ujar Salim saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkahnya 19 kementerian/lembaga harus all out semua karena kemiskinan ini kan bukan di kemensos saja, semua harus bekerjasama di samping itu. Juga daerah, APBD ini kan harus menjadi prioritas, daerah pun tidak memaksimalkan anggaran daerahnya untuk mengentaskan kemiskinan, itu juga sulit," jelasnya.
Selain itu, Salim juga memfokuskan pada program perbaikan karakter masyarakat miskin. Hal ini karena tidak jarang, masyarakat miskin justru mewariskan kemiskinan itu kepada anak-anaknya. Dia menambahkan program ini telah berhasil dilakukan Brasil dalam menekan angka kemiskinan dari 23 persen pada tahun 2009 menjadi 7 persen pada tahun ini.
"Ini di beberapa negara cukup berhasil, di Brasil mereka 23 persen di 2009, tinggal 7 persen, ini program cukup unggul tetapi dengan catatan program keluarga harapan, raskin itu harus didukung oleh sikap akan kemiskinan itu diubah," ujarnya.
Meskipun program ini sulit dilakukan, Salim yakin dengan adanya perubahan karakter ini bisa membuat masyarakat miskin berupaya untuk meninggalkan kemiskinan.
"Yang penting tidak turun temurunkan, terkadang, orang tua kita miskin, kita ikut miskin. Perubahan sikap dan mental itu sangat penting juga, karena sebagian masyarakat kita sebenarnya kalau dikatakan miskin sekali tidak juga tapi tetap karakternya, begitu, suka meminta-minta. Jadi mengubah sikap tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah," tandasnya.
(nia/dru)











































