"Per 30 Juni, kita sudah ada defisit Rp 60 triliun," tutur Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Menurut Agus Marto, defisit tersebut disebabkan anggaran belanja yang dikeluarkan lebih besar dari penerimaan, baik belanja pada kementerian/lembaga (K/L), non kementerian/lembaga, dan transfer daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Perbendaharaan Agus Suprijanto merinci jumlah belanja negara sampai 21 Juni 2012 adalah Rp 629,4 triliun. Sedangkan realisasi pendapatan negara baru Rp 593,3 triliun,
"Jadi ini menyebabkan ada defisit," ungkapnya.
Agus menyatakan anggaran belanja yang paling besar terjadi pada pos belanja pegawai, dengan realisasi per Juni 2012 mencapai Rp 104,1 triliun. "Belanja pegawai karena ada gaji ketiga belas (untuk PNS)," tegasnya.
(nia/dnl)










































