"Belum ada putusan, tentu ini jadi perhatian kita. Masih kita pikirkan baik-baik, belum tahu bagaimana. Tapi yang pasti posisi kita dalam IMF saat ini ya sedang di atas," kata Hatta di Darwin, Australia, Rabu (4/7/2012)
Hatta menegaskan saat ini pemerintah masih memikirkan matang-matang soal rencana itu. Namun jika pun Indonesia jadi memberikan pinjaman ke IMF, maka alokasi dananya juga bisa dialokasikan untuk negara-negara di luar Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan masalah dengan IMF merupakan hal yang sensitif, terutama terkait urusan pinjam meminjam antara Indonesia dengan IMF. "Kamu kan juga tahu urusan IMF ini kan sensitif. Kita mau pinjam, orang (publik dalam negeri) marah-marah. IMF mau pinjam, dicurigai ada apa ini Indonesia dengan IMF," tegas Hatta.
Sebelumnya pemerintah memberi sinyal siap menjadi kreditur atau pemberi pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Sebelumnya, RI memang pernah menjadi negara penerima pinjaman terbesar dari IMF.
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan pemerintah RI akan memberikan pinjaman kepada IMF mencapai US$ 1 miliar untuk membantu negara-negara dunia yang tengah menghadapi krisis.
"Indonesia juga pernah pinjam IMF di 2006 dan kita sudah kembalikan. Kalau sekarang kita bisa berikan pinjaman ke IMF, kita sedang ada di posisi yang lebih baik dan kita juga harus memperhatikan negara-negara dunia yang tidak beruntung yang perlu disiapkan," ungkap Agus di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Agus menjelaskan, pemerintah memandang perlu untuk memberikan bantuan pinjaman melalui IMF kepada negara-negara dunia yang tengah mengalami krisis supaya kondisi krisis tersebut tidak berdampak buruk terhadap perekonomian dunia.
"Kita selesaikan proses pinjaman intern ke IMF sebagai kekuatan ekonomi dunia, supaya jangan memburuk dan malah membahayakan semua," sebutnya.
Agus menjelaskan, pemerintah Indonesia memberi sinyal akan memberikan pinjaman maksimal sebesar US$ 1 Miliar kepada IMF. "Belum bisa disebutkan tetapi saya rasa maksimal US$ 1 Miliar," imbuhnya.
(hen/hen)











































