Seorang pedagang di Pasar Kramat Jati bernama Bari menuturkan kenaikan harga ini dipengaruhi oleh permainan 'mafia' atau para tengkulak yang menentukan harga cabai.
"Cabe keriting merah ini naik, saya jual Rp 26.000. Dari sananya naik, jelas ini ada permainan dari tengkulaknya, udah biasa ini mah," ungkap Bari saat ditemui detikFinance di Pasar Kramat Jati, Rabu (4/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Bari menuturkan, biasanya kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Harga akan kembali seperti semula di minggu pertama bulan Ramadhan.
"Kalau udah puasa malah nggak naik, turun lagi ke harga normal. Ya sekitar minggu-minggu pertama bulan puasa lah," tuturnya.
Sementara itu Rasimin yang juga pedagang cabai di Pasar Kramat Jati. Rasimin mengungkapkan kenaikan harga disebebkan oleh faktor musim yang menyebabkan pasokan berkurang.
"Kalau banjir kan mereka jadi kurang, kalau disana nya banyak ya harganya turun, kalau kurang harganya jadi naik. Rawit merah aja naik jadi Rp 24 ribu, asalnya Rp 16-18 ribu," tutur Rasimin.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Juni 2012 mencapai 0,62%, angka ini lebih tinggi dari inflasi Mei lalu sebesar 0,07%. Pendorong inflasi Juni adalah cabai merah akibatnya kurang pasokan, karena masih ada hujan. Kenaikan harga cabai ini terjadi di 60 kota. Di Padang harga cabai naik 101%, di Pematang Siantar naik 90%, dan kota lainnya naik 10-80%.
(zul/hen)











































