Wakil Seketaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi akibat dampak kenaikan harga daging dan minimnya pasokan daging dari suplier.
"Pasalnya akibat seretnya pasokan daging membuat harga daging dalam 3 bulan terakhir harga terus mengalami kenaikan, bahkan saat ini sudah naik 30%," kata Satria ketika berbincang dengan detikFinance, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemasok daging ke ritel tidak bisa lakukan impor lagi karena jatahnya habis. Minta ke lokal sulit karena kualitasnya jauh dari standar dan itupun barangnya juga tidak ada," ucap Satria.
Itulah sebabnya di toko-toko ritel daging sapi impor lebih banyak dibandingkan dengan lokal.
"Kuotanya daging impornya mencapai 70% dan lokalnya 30%, kenapa lebih banyak impor, karena lokal tidak bisa pasok dengan berkelanjutan dan sesuai standar mulai dari kualitas, kebersihan, potongan dan lainnya," katanya.
Untuk harga daging di tingkat ritel per 4 Juli 2012 :
- Sengkel: Rp 79.500-Rp. 99.000
- Topside/inside: Rp 99.900-Rp 194.500
- Rendang: Rp 94.000-Rp. 129.900
- Gandik: Rp 115.00-124.500










































