Jelang Puasa, Harga Daging Sapi di Supermarket Sudah Naik 30%

Jelang Puasa, Harga Daging Sapi di Supermarket Sudah Naik 30%

- detikFinance
Rabu, 04 Jul 2012 12:01 WIB
Jelang Puasa, Harga Daging Sapi di Supermarket Sudah Naik 30%
Jakarta - Para pengusaha ritel moderen seperti Carrefour, Hypermart, Giant, dan lainnya mengeluhkan seretnya pasokan daging sapi dalam 3 bulan terakhir. Akibatnya harga daging sudah naik 30%.

Wakil Seketaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi akibat dampak kenaikan harga daging dan minimnya pasokan daging dari suplier.

"Pasalnya akibat seretnya pasokan daging membuat harga daging dalam 3 bulan terakhir harga terus mengalami kenaikan, bahkan saat ini sudah naik 30%," kata Satria ketika berbincang dengan detikFinance, Rabu (4/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Satria, seretnya pasokan tersebut dikarenakan para pemasok daging ke ritel yakni para para importir tidak bisa melakukan impor daging karena jatah kuota daging untuk semester I-2012 sudah habis di mana kuotanya sendiri telah dikurangi pemerintah.

"Pemasok daging ke ritel tidak bisa lakukan impor lagi karena jatahnya habis. Minta ke lokal sulit karena kualitasnya jauh dari standar dan itupun barangnya juga tidak ada," ucap Satria.

Itulah sebabnya di toko-toko ritel daging sapi impor lebih banyak dibandingkan dengan lokal.

"Kuotanya daging impornya mencapai 70% dan lokalnya 30%, kenapa lebih banyak impor, karena lokal tidak bisa pasok dengan berkelanjutan dan sesuai standar mulai dari kualitas, kebersihan, potongan dan lainnya," katanya.

Untuk harga daging di tingkat ritel per 4 Juli 2012 :

  • Sengkel: Rp 79.500-Rp. 99.000
  • Topside/inside: Rp 99.900-Rp 194.500
  • Rendang: Rp 94.000-Rp. 129.900
  • Gandik: Rp 115.00-124.500

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads