"Kalau impor terus, maka kita akan terus tergantung, tidak mandiri. Maka kita ajak Australia membuka peternakan di Indonesia. Dengan demikian impor dikurangi dan produksi ternak sapi domestik ditingkatkan," kata Presiden SBY di Hotel Crown Plaza, Darwin, Australia, Rabu (4/7/2012).
Dengan demikian, bagi pengusaha Australia yang berniat untuk membuka peternakan sapi di Indonesia wajib menggandeng peternak lokal sebagai mitranya. Selain untuk kemandirian pangan, investasi ini juga diharapkan memberdayakan peternak lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dua tujuan tersebut, SBY memerintahkan kepada Gubernur NTT dan Papua Barat tindaklanjuti segera. Sebab kondisi geografis di dua provinsi yang dinilai paling sesuai untuk dibangun peternakan sapi dalam skala besar.
"Saya sampaikan agar Gubernur Papua Barat dan Gubernur NTT segera tindaklanjuti, siapa nanti investor dari Australia dan siapa mitra lokalnya," ujar SBY.
Sebelumnya presiden paparkan, pertumbuhan ekonomi yang baik telah memunculkan banyak warga kelas menengah baru. Konsumsi mereka terhadap daging sapi yang berkualitas tinggi terus naik dari tahun ke tahun.
Selama ini buat memenuhi permintaan pasar, Indonesia mengimpor sapi hidup dari Australia. Bahkan 43% ekspor sapi hidup Australia adalah untuk pasar Indonesia.
(lh/hen)










































