Diperkirakan sebelum Puasa, kuota sapi impor sudah habis. Hal ini lah yang akan memicu berkurangnya pasokan daging, apalagi pasokan dari daging lokal masih terbatas. Wakil Seketeris Jenderal Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid mengatakan saat ini para peritel berebut untuk mendapatkan daging sapi.
"Pasalnya pasokan daging sapi dari supplier (importir sapi) sangat sedikit, sementara permintaanya tinggi, bahkan kita tidak hanya berebut dengan peritel lain tetapi juga berebut dengan hotel, restoran dan industri," kata Satria ketika berbincang dengan detikFinance, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak ada tambahan kuota daging sapi, harga daging sapi di ritel bisa tembus Rp 200.000 per kilo pada Puasa ini," ucapnya.
Untuk itu pihaknya meminta agar pemerintah menarik jatah kuota daging impor untuk semester II untuk menjamin ketersediaan daging sapi di ritel. "Katanya mau menarik jatah kuota semester II sebesar 8.300 ton. Kalau itu dilakukan bisa membuat pasokan daging ke ritel terjamin," ucapnya.
Satria menegaskan permintaan tambahan kuota impor ini bukan berarti pihak ritel tidak mendukung swasembada sapi dalam negeri.
"Kami sangat mendukung swasembada sapi, tapi mana daging sapinya? pasokannya terjamin tidak? mutunya terjamin?, karena sampai saat ini mutunya masih kalah sama impor, kami hanya penjual yang berkewajiban menyediakan produk yang kualitas terbaik untuk konsumen," tandasnya.
(rrd/hen)










































