Demikian diingatkan Presiden SBY kepada pemerintah daerah NTT saat meninjau peternakan sapi rakyat di lahan savana Mouboku, Sumba Timur, Rabu (4/7/2012).
"Nanti saat akan dikembangkan, pastikan betul semuanya sudah selesai, tidak ada permasalahan apapun dengan lahannya," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau lahan buat penggembalaan ternak di dua provinsi amat luas, tetap perlu kejelasan tata ruang. Agar di belakang hari kemudian di saat proyek investasi itu dibangun, tidak muncul gugatan atas status lahan yang digunakan.
"Jangan sampai dianggarkannya sekian triliun, pemerintah serius, dunia usaha dalam atau luar negeri juga serius, tiba-tiba ada rebutan di bawah karena status tanah," wanti SBY.
"Tidak baik dan kita malu," imbuh SBY menegaskan.
Lebih lanjut dalam pertemuannya dengan para peternak sapi dan kuda pada sore ini, Presiden SBY menyinggung tentang harga yang tepat untuk komoditas daging. Dia sepakat peternak harus mendapatkan hasil penjualan yang baik.
Demikian juga dengan pedagang daging, yang pasti menginginkan memperoleh keuntungan tinggi. Namun tetap harus diingat berapa saja harga yang mereka inginkan, harus dapat dijangkau oleh rakyat.
"Peternak sapi mendapatkan hasil yang baik, tetapi rakyat juga tetap bisa membeli. Harga seperti itulah yang kita harapkan dilakukan kala kita bisa mendapatkan sapi dalam negeri kita sendiri,β ujar SBY.
"Pedagang dan pebisnis kalau cari untung jangan tinggi-tinggi, ingat rakyat sehingga harganya itu bisa dijangkau dan lebih adil," tambah SBY.
Turut dalam peninjauan kali ini di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menseneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Mentan Suswono, MenPU Djoko Kirmanto, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Turut hadir Kapolri Timur Prapodo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
(lh/dnl)










































