"Saya sangat senang dengan adanya investor Amerika yang tertarik ikut serta dalam Jembatan Selat Sunda. Tentu itu mendorong investasi Amerika di Indonesia," ungkap Scot di Kediamannya, Menteng, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Tetapi Scot tidak mengetahui, Investor yang tertarik ikut serta dalam pengembangan Jembatan Selat Sunda yang saat ini masih menuju proses Feasibility Strudy (FS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scot menegaskan bahwa pemeritah AS tidak ambil bagian dalam mega proyek tersebut. Scot menjelaskan, fokus pemerintah AS yaitu sebatas mendukung pengembangan infrastrukur dan bisnis yang dapat menguntungkan kedua negara.
"Kita tidak berpikir untuk ambil bagian disana tapi kita mendorong pengembangan infrastrukur dan bisnis. Kita baru saja satu minggu yang lalu mendukung konferensi airport terbesar yang kita meyelenggaran itu untuk mendorong bisnis," tutup Scot.
Selain investor AS, ada juga investor dari China, Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang tertarik pada pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau Jembatan Selat Sunda.
PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) didalamnya Artha Graha dan Pemda Lampung-Banten selaku konsorsium JSS telah merilis beberapa nama calon investor yang berasal dari AS. Berikut ini calon-calon mitra dari AS:
- Embassy Of USA
- US Exim Bank
- AECOM
- TY Lin Int
- Fugro Mc Leyland











































