Berdasarkan kajian dan evaluasi oleh Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya, diperkirakan juga, untuk tahun ini, total kebutuhan daging sapi selama Ramadan dan Idul Fitri 2012 sebanyak 15.000 ton.
"Menjelang dan selama Ramadan serta Idul Fitri 2012, Jakarta masih perlu tambahan kuota impor daging sapi sebesar 6.700 ton untuk menambahi sisa kuota impor semester dua sebesar 8.300 ton," ujar Ketua KDS Jakarta Raya, Sarman Simanjorang melalui siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (5/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatiran ini harus diantisipasi segera dengan menambah kuota daging sapi impor sebesar 6.700 ton, sehingga total kebutuhan untuk puasa dan Idul Fitri tahun ini sekitar 15.000 ton bisa teratasi,"jelasnya.
Sarman juga mengatakan, kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat jelang Ramadan dan Idul Fitri, selalu meningkat hampir 3 kali lipat. Kenaikan harga daging sapi pun kemudian menjadi hal yang wajar.
"Industsri pengolahan seperti sosis, bakso, abon, cornet, burger jadi meningkat. Usaha di bidang hotel, restoran, cafe, dan katering, juga kebanjiran order, terutama untuk buka puasa selama Ramadan. Semuanya memerlukan bahan baku utama daging sapi. Tapi jangan sampai melewati ambang batas kemampuan daya beli masyarakat," ucapnya.
Oleh karena itu, Sarman mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat ke Menteri Pertanian dengan tembusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewani nomor: 018/SULK/KDS/DKI/VII/2012 tanggal 5 Juli 2012 perihal usulan tambahan Kebutuhan daging import untuk Ramadan dan Idul Fitri 2012.
"KDS berharap agar surat kami direspons dan ditindaklanjuti segera, mengingat bulan Ramadan sudah di depan mata. KDS Jakarta Raya juga meminta agar setelah Kementerian Pertanian mengeluarkan rekomendasi persetujuan impor, jangan menunda-nunda persetujuan impor. Harus segera dikeluarkan," tuturnya.
"Tambahan kuota daging impor ini akan dapat menstabilkan harga daging dan ketersediaan yang memadai," imbuhnya.
(ray/dnl)










































