Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/7/2012).
"Namanya negosiasi itu-kan panjang. Yang diinginkan pemerintah itu posisinya begini, misalnya royalti dalam PP kan 3%, sekarang kan 1%. Kita maunya lebih dari itu. Divestasinya kita harapkan bisa mencapai 51%," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian kita juga mau (Freeport) bangun smelter. Saya rasa semua menunjukkan oke," kata Hatta.
Hatta memang ditunjuk Presiden SBY sebagai ketua tim renegosiasi kontrak tambang dan migas sehingga negara mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
"Freeport sudah ada pembicaraan kita. Freeport setuju untuk dimulai satu renegosiasi. Hampir semua perusahaan bersedia dilakukan renegosiasi," tukas Hatta.
(dnl/dru)











































