Amerika Latin, Karibia dan ASEAN yang mencatatkan pertumbuhan positif di saat yang lain melemah, perlu memperkuat hubungan. Sehingga dampak pelemahan akibat krisis ekonomi di AS dan Eropa, dapat ditekan semaksimal mungkin.
Demikian seru Presiden SBY saat membuka pertemuan ke-3 Forum Bisnis ASEAN-Amerika Latin dan Karibia. Acara berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta, Senin (9/7/2012).
"Negara-negara ASEAN, Amerika Latin dan Karibia perlu bangun konektifitas antar mereka. Tanpa itu sulit mendorong kerjasama ekonomi mengembangkan potensi pasar yang ada di masing-masing kawasan," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua forum ini bisa dan harus bisa jembatani kepentingan bersama dua kawasan. Melalui keduanya kita bangun komunikasi dan jaringan antar warganya,"
Sebelumnya oleh SBY dipaparkan, UN Economic Commission for Latin America and the Caribbean (UNECLAC) memperkirakan tahun ini ekonomi di dua kawasan itu tumbuh 4,1 persen. Lebih rendah sedikit dari 2011yang mencapai 4,4 persen.
"Tapi bagaimanapun juga hal ini adalah prestasi, sebab pada saat sama ekonomi global mengalami penurunan," sambung SBY.
Secara kolektif, PDB negara di Amerika Latin mencapai US$ 6,87 triliun. Demikian juga ASEAN yang pada 2010 rata-rata tumbuh 8 persen lalu turun jadi 4,5 persen tahun lalu.
Namun pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun ini diperkirakan naik jadi 7,2 persen. Dengan total PDB kolektif sebesar US$ 3,36 triliun.
"Karena itu kita disebut sebagai kawasan yang dinamis. Dan dua kawasan dinamis ini punya banyak potensi kerjasama yang belum digarap," sambung SBY. (lh/dnl)











































