Menteri ESDM Imbau Masyarakat Hemat BBM
Senin, 23 Agu 2004 22:47 WIB
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menghemat penggunaan BBM menyusul meningkatnya harga minyak mentah hingga mendekati level US$ 50 per barrrel. Pemerintah sendiri akan berusaha memaksimalkan penggunaan minyak bumi produksi Indonesia untuk diproses di kilang dalam negeri untuk meminimalkan impor."Pemerintah menghimbau agar pelaku usaha dan masyarakat dapat menggunakan energi khususnya BBM," kata Purnomo di DESDM, Jakarta, Senin (23/8/2004). Menurut Purnomo, meski pemerintah akan menggenjot pengolahan minyak dalam negeri di dalam kilang, pemerintah tetap memperhatikan kontrak jangka panjang yang sudah ada antara produsen di Indonesia dengan pembeli luar negeri. Pasokan BBM AmanDi kesempatan terpisah Direktur Utama PT Pertamina Widya Purnama mengatakan meski harga minyak dunia telah meningkat namun pasokan BBM dalam negeri masih aman di tingkat 21,9 hari. Dalam waktu dekat Pertamina akan meningkatkannya ke level 23 hari."Makanya kita akan tindak tegas penyelundupan agar pasokan BBM aman. Jangan sampai negara dirugikan terus. Selain itu kita akan kembangkan penggunaan gas dan batubara untuk mengurangi ketergantungan padaBBM," ujarnya.Pertamina, lanjut Widya, optimis tidak akan mengalami kesulitan cash flow dalam pengadaan BBM di dalam negeri meski melakukan impor di tengah tingginya harga minyak. Pasalnya Pertamina telah berkoordinasi dengan pihak Departemen keuangan mengenai mekanisme pencairan subsidi BBM. Sebagaimana diketahui harga minyak dunia telah mencapai rekornya dengan hampir menembus level US$ 50 per barel. Padahal pasokan minyak dari negara-negara OPEC dan OPEC telah berlebih 1,5 juta barel per hari. OPEC sendiri saat ini sudah berproduksi sekitar 30 juta barel per hari atau sekitar 4 juta barel di atas kuota.
(mar/)











































