Menteri Perekonomian Hatta Rajasa memberikan sinyal jika pemerintah Indonesia bakal memberikan utangan kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar US$ 1 miliar. Justru Hatta menekankan jika memang Indonesia tidak 'eksis' di dunia internasional nanti justru mengalami kesulitan.
"Sekarang RI itu kan anggota G-20 dan Eropa sendiri sedang mengalami kesulitan dimana IMF memerlukan dana US$ 430 miliar. Kalau kita diam saja apa kata internasional? Sementara dari sisi kita kalau terjadi kesulitan ekonomi dunia, kita juga kena dampaknya," ungkap Hatta usai menghadiri kunjungan Presiden Ceko di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/7/2012).
"Tapi menurut pandangan saya, tidak apa-apa. Tangan di atas itu boleh saja kita lakukan, yang tidak boleh itu adalah tangan di bawah dan kita harus bekerja keras.
Kita membantu dalam kesulitan ekonomi global. Kan uangnya tidak hilang, ini baru pandangan saya, belum menjadi suatu keputusan," imbuh Ketua Umum PAN ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bukan pakai dana APBN. Dikeluarkan begitu juga," tuturnya.
Lebih jauh, Hatta kembali menegaskan dalam situasi krisis global seperti saat ini Indonesia sebagai anggota G20 tidak mungkin untuk tidak memberikan support alias dukungan.
"Support itu penting agar ekonomi dunia sehat, kalau ekonominya sehat maka semua menjadi sehat termasuk RI," jelas Hatta.
Hatta mengatakan hal ini masih belum final, namun semua keputusan ada pada Presiden SBY. Dikatakan Hatta banyak negara seperti China hingga Australia sudah 'patungan'. Tinggal RI yang rencananya sebesar US$ 1miliar.
"Tadinya lebih banyak (dari US$ 1 miliar)," tutup Hatta.
Keputusan memberikan 'lampu hijau' utangan kepada IMF ini ternyata bertepatan dengan kedatangan bos IMF Christine Lagarde. (dru/dnl)











































