Namun Dahlan mengungkapkan permohonan maafnya jika memang tidak semua pertanyaan atau ide masyarakat direspon. Maklum saja, Dahlan hanya mempunyai waktu pagi-pagi dan tengah malam.
"Dari 2.000 (twit yang masuk) dijawab 50 di Twitter. Saya punya waktu sekitar setengah lima sampai jam lima (4.30-5.00) karena jam lima saya sudah olahraga di Monas," kata Dahlan di acara Dunamis, Knowledge is Power di Jakarta, Selasa (10/72012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bagian lain, mantan bos PLN menjelaskan ke peserta seminar untuk maju Indonesia harus memakai akal sehat. Jangan sampai hal yang salah dibiarkan, dan seiring waktu kesalahan menjadi biasa.
"Kita banyak membunuh akal sehat. Banyak akal sehat terabaikan. Kalau sudah terbiasa, maka orang tidak kreatif," ucap Dahlan.
Pemilik akun twitter @iskan_dahlan ini mencontohkan, niat masuk jalan tol agar tidak macet. Tapi saat ini, untuk masuk tol saja sudah antri.
"Menurut akal sehat, tol lancar. Tapi antriannya panjang. Kalau dibiarkan, abaikan sesuatu yang sebetulnya harus diubah," paparnya.
"Kalau tidak ditegakkan, maka terjadilah pembunuhan akal sehat. Maka orang waras dianggap aneh," imbuh Dahlan.
(wep/dru)











































